Merahputih.com - Gemuruh riuh suporter di Istanbul kembali memanas seiring langkah kaki para penggawa Juventus yang menginjakkan kaki di tanah Turki. Aroma persaingan klasik menyeruak dan mengingatkan publik pada memori kelam Desember 2013 saat Si Nyonya Tua harus tertunduk lesu di hadapan publik Galatasaray.
Malam ini, panggung Liga Champions bukan sekadar soal perebutan bola, melainkan ajang pembuktian bagi Juventus yang kini tampil dengan wajah baru di bawah komando Luciano Spalletti untuk menaklukkan "neraka" yang selama ini menjadi benteng kokoh bagi sang raksasa Turki.
Tembok Kokoh Spalletti Tantang Keangkeran Istanbul
Juventus sempat berada di titik nadir saat terlempar ke posisi 26 klasemen pada matchday keempat. Namun, kehadiran Luciano Spalletti mengubah segalanya.
Raksasa Italia ini mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di kompetisi Eropa, bahkan sukses menjaga kesucian gawang dalam tiga pertandingan beruntun. Kedisiplinan lini belakang menjadi kunci utama untuk meredam agresivitas lawan di kandangnya sendiri.
Catatan Kandang Galatasaray yang Mencengangkan
Di sisi lain, Galatasaray bukan tim yang mudah digertak saat bermain di depan pendukung sendiri. Klub berjuluk Aslanlar ini tercatat hanya menelan satu kekalahan dari 11 laga kandang terakhir di kompetisi mayor Eropa.
Kekuatan ini menjadi modal besar untuk mengulang sejarah manis kemenangan 1-0 atas Juventus satu dekade silam.
Berdasarkan simulasi pertandingan yang dirilis Superkomputer Opta, Juventus memang menyandang status unggulan dengan peluang kemenangan sebesar 44,0%.
Namun, Galatasaray tetap mengancam dengan peluang 29,9% untuk mengamankan modal penting menuju Turin, sementara kemungkinan hasil imbang berada di angka 26,1%.