MERAHPUTIH.COM - PENGAMAT politik Adi Prayitno merespons arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto kepada Mensesneg Prasetyo Hadi untuk menjadi juru bicara presiden
Adi memandang hal ini dilakukan untuk memperbaiki komunikasi politik pemerintah, komunikasi politik Istana kepada masyarakat. Hal itu disebabkan selama ini PCO yang dinahkodai Hasan Nasbi selaku juru bicara Istana malah sering kali menimbulkan blunder dan bahkan kontroversi yang tidak berkesudahan
"Beberapa waktu yang lalu, Prabowo Subianto secara terbuka memang sempat mengakui bahwa komunikasi politik Istana itu memang sangat mengecewakan dan tidak sesuai dengan harapan," kata Adi kepada wartawan, Jumat (18/4).
Adi mengamati kinerja terbilang tidak sesuai dengan harapan. Kehadiran PCO bahkan ada yang menganggapnya menimbulkan resistensi dan kegaduhan. Contoh terbaru saat Hasan Nasbi merespon teror kepada Tempo dengan cara tak elok. "Jadi for all ini sebagai bentuk bagaimana kekecewaan presiden sebenarnya kepada PCO yang memang kinerjanya itu tidak sesuai dengan ekspektasi," ujarnya.
Baca juga:
Selain itu, Adi juga menyebut Prabowo Subianto ingin menaruh orang kepercayaannya sebagai jubir. Apalagi Prasetyo Hadi merupakan lingkaran dalam Prabowo Subianto dari Gerindra. "Beliau sejak lama memiliki hubungan yang cukup baik dengan Prabowo Subianto, untuk dijadikan sebagai jubir istana. Jadi ketika Prasetyo yang kemudian memberi statement ke publik menjadi juru bicara presiden, ini tentu mewakili segala-galanya," ujar Adi.
Adi menduga Prasetyo Hadi dinilai sebagai sosok yang dapat memahami Prabowo lewat gesturnya. "Jadi dalam konteks inilah menjadi penting sebenarnya Prabowo Subianto ingin menaruh orang kepercayaannya untuk menjadi jubir istana menjadi jubir presiden supaya di kemudian hari tidak ada lagi kontroversi tidak ada lagi hal-hal yang kemudian menimbulkan efek buruk terkait dengan komunikasi pemerintah," katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan ditunjuk sebagai juru bicara Presiden Prabowo Subianto. Prasetyo menyebut penunjukannya tersebut tidak perlu ada prosesi pelantikan.
Politikus Partai Gerindra itu menyebut tugas jubir Presiden tidak jauh berbeda dengan Kantor Komunikasi Presiden (PCO) yang selama ini menjadi garda depan penyampaian pesan pemerintah. Namun, Prasetyo mengaku hanya membantu kerja-kerja PCO.
“Semua bareng, PCO tetap, nah kami tetap diminta untuk membantu,” ucap Prasetyo.(Pon)
Baca juga:
Profil Prasetyo Hadi, Calon Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran