Pramono Ubah Nama Kampung Tanah Merah menjadi Kampung Tanah Harapan,
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat berkunjung ke RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (16/10/2025). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
MerahPutih.com - Kampung Tanah Merah menjadi Kampung Tanah Harapan, Jakarta Utara, semakin jadi perhatian pemerintah. Warga di sana yang bertahun-tahun tidak punya identitas kependudukan kini mulai terdata.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengubah nama Kampung Tanah Merah menjadi Kampung Tanah Harapan, Jakarta Utara.
Perubahan ini sebagai upaya mewujudkan kawasan yang lebih layak huni, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan sosial.
Kampung Tanah Harapan mencakup enam RW yang tersebar di tiga kelurahan dan dua kecamatan, yaitu RW 08, 09, 10, dan 11 di Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja; RW 07 di Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja; RW 22 di Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading.
Baca juga:
Harimau Kurus di Ragunan Milik Gubernur Viral, Pramono: Mungkin Rindu Sama Saya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, pihaknya berkomitmen menghadirkan fasilitas yang layak serta pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
"Untuk segera mempersiapkan dan memperbaiki berbagai kebutuhan, mulai dari penataan saluran air-karena wilayah ini rawan banjir-perbaikan jalan, hingga penyediaan pos bantuan hukum. Bahkan, saya telah menandatangani Kepgub Nomor 973 Tahun 2025 tentang Penamaan Tanah Harapan ini," ujarnya.
Pramono menambahkan, penataan kawasan tidak sebatas mengganti nama, melainkan menghadirkan perubahan nyata melalui berbagai bentuk dukungan sosial.
"Contohnya, pemberian KJP, KJMU, pemutihan ijazah, pos bantuan hukum, pendirian Koperasi Merah Putih, dan lainnya. Yang paling penting, saya juga meminta agar PAM Jaya mulai masuk ke wilayah ini yang sebelumnya belum pernah terlayani, karena kebutuhan air bersih adalah isu utama," jelas Pramono.
Pemprov DKI juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga Kampung Tanah Harapan. Bantuan tersebut meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dukungan pengembangan UMKM, pemasangan CCTV, alat olahraga, gerobak kebersihan, alat bantu penyandang disabilitas, hingga vertical garden.
Pramono berharap, penataan ini dapat membawa perubahan signifikan bagi warga.
"Sekali lagi, kami berkomitmen menjadi pemerintahan yang hadir, tanggap, dan responsif terhadap kebutuhan serta aspirasi masyarakat di setiap wilayah. Ini bukan sekadar mengganti nama kawasan, tetapi upaya menghadirkan identitas baru yang mencerminkan cita-cita, optimisme, dan harapan warga untuk kehidupan yang lebih layak," tegasnya.
Penataan kawasan yang telah dan akan dilakukan oleh berbagai perangkat daerah dan BUMD Pemprov DKI Jakarta, mencakup pembangunan jalan, saluran, gapura, vertical garden, jaringan PAM, lampu penerangan, hingga pemasangan sheet pile. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Mengunjungi Pameran Simfoni Perjuangan: Mengubah Derap di Masa Perjuangan di Museum Sejarah Jakarta
Melihat Progres Pembangunan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan Capai 45 Persen
Manfaatkan Libur Sekolah dengan Wisata Edukasi Sejarah di Museum Fatahillah Jakarta
Cegah Calo dan Penipuan, Penjualan Tiket Planetarium Bakal Diperketat
Pesta Malam Tahun Baru 2026 Jakarta Himpun Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera
Atraksi Video Mapping Meriahkan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta
Aksi d'Masiv Gebrak Panggung Hiburan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta
Gemerlap Cahaya Panggung Hiburan Meriahkan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta
Warga Padati Panggung Perayaan Malam Pergantian Tahun Baru 2026 di Bundaran HI Jakarta
Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa Tinjau Fasilitas Libur Nataru di Taman Fatahillah Jakarta