Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 30 Maret 2026
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Beri Penghormatan Tertinggi

Ilustrasi pasukan TNI penjaga perdamaian PBB. Foto: Dok. Puspen TNI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada prajurit TNI yang gugur atas dedikasi dan pengabdian dalam misi perdamaian dan keamanan internasional United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.

Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Farizal Rhomadhon, menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS, akibat serangan Israel di Lebanon Selatan. Serangan itu juga menyebabkan tiga anggota TNI lainnya terluka.

“Kita beri penghormatan yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di sela-sela mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Tokyo, Jepang, Senin (30/3).

Sugiono menyebutkan, prajurit TNI yang gugur dan terluka, telah mengharumkan nama bangsa Indonesia melalui profesionalisme tinggi dalam misi perdamaian dunia.

Baca juga:

TNI Gugur di Lebanon, Menlu Sugiono Kecam Serangan Israel dan Desak Investigasi

"Memberikan yang terbaik bukan hanya bagi nama harum dan nama baik bangsa dan negara, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan yang sangat penting bagi perdamaian dan kelangsungan hidup manusia," ungkapnya.

Terkait dengan pemulangan jenazah prajurit yang gugur, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan pemulangan berlangsung cepat ke tanah air.

Ia juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut untuk terus memantau kondisi seluruh personel.

"Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor perkembangan prajurit-prajurit kita kemudian menyiapkan langkah-langkah untuk pemulasaraan jenazahnya," tegasnya.

Baca juga:

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi UNIFIL demi Keselamatan Personel

Pemerintah Indonesia mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden serangan tersebut, melalui jalur perundingan diplomasi untuk menurunkan intensitas ketegangan dan konflik guna mencegah kekerasan kembali terjadi.

"Meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini dan sekali lagi meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi," pungkasnya. (asp)

#Prajurit TNI #Lebanon #Pasukan Perdamaian #Sugiono
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Indonesia
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Perjanjian tersebut mulai berlaku setelah Menteri Luar Negeri Sugiono menandatangani pakta perjanjian dengan ketiga negara.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Tekan Perjanjian Bebas Visa dengan 3 Negara
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Indonesia
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029—2030.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
Terkonfirmasi! Presiden Prabowo Tidak Hadir Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Delegasi Dipimpin Menlu
Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi Menlu Sugiono mewakili Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Ke-81 Majelis Umum PBB di New York. Cek agenda lengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Terkonfirmasi! Presiden Prabowo Tidak Hadir Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Delegasi Dipimpin Menlu
Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Indonesia
Raja Harald V Wafat, Menlu Sugiono Tulis Pesan Duka di Kedubes Norwegia
Raja Norwegia Harald V wafat pada usia 89 tahun. Menlu Sugiono menyampaikan belasungkawa atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 02 September 2026
Raja Harald V Wafat, Menlu Sugiono Tulis Pesan Duka di Kedubes Norwegia
Dunia
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Bagikan