Potensi Timnas Putri Diperkuat Pemain Naturalisasi, Pelatih Mochizuki Satoru: Saya Berpikir ke Sana
Pelatih Timnas Putri Indonesia, Mochizuki Satoru. (PSSI)
MerahPutih.com - Pelatih Timnas Putri Indonesia, Mochizuki Satoru juga memikirkan potensi skuad asuhan diperkuat pemain naturalisasi. Namun, ia belum bisa berbicara banyak.
“Saya sedang berpikir ke arah sana. Untuk saat ini saya akan lihat dulu, memantau seperti apa pemain tersebut dan mungkin ada kebutuhan untuk dipanggil, Tapi saat ini saya belum meninjau secara langsung,” kata Mochizuki dikutip dari Antara.
Hal ini disampaikan Mochizuki Satoru setelah memimpin latihan Timnas Putri di Lapangan latihan B, Komplek Gelora Bung Karno, Rabu (22/5). Ia sebelumnya memanggil 34 pemain untuk laga uji coba melawan Singapura di Stadion Madya, Komplek GBK, Selasa (28/5).
Tiga di antaranya merupakan pemain abroad atau berkarier di luar negeri, yaitu Helsya Maeisyaroh, Marsela Awi, dan Zahra Muzdalifah.
Baca juga:
Satoru Mochizuki Panggil 34 Pemain Termasuk 3 Abroad untuk Laga Timnas Putri Vs Singapura
Mereka sama-sama berkarier di Jepang. Helsya dan Marsela bermain untuk FC Ryukyu, sedangkan Zahra adalah pemain Cerezo Osaka Women.
Menurut Mochizuki, para pemain yang dipanggil berdasarkan rekomendasi PSSI dan staf-staf pelatih Timnas. Sebab ia belum sepenuhnya tahu potensi para pemain putri.
Dari 34 pemain yang dipanggil, satu pemain belum berganung yakni Zahra Muzdalifah yang masih memperkuat klub Cerezo Osaka. Mochizuki menjelaskan bahwa Zahra akan bergabung dengan rekan-rekannya di Timnas Putri pada H-1 pertandingan melawan Singapura.
Pada latihan yang dimainkan pada Rabu malam, para pemain timnas putri tampil sangat bersemangat. Mochizuki mengatakan bahwa kualitas kegigihan itulah yang diinginkannya dari para pemainnya.
“Jadi permainan bersemangat seperti itu, ya dengan bersemangat adalah hal yang wajar bagi seorang pemain. Jadi saya bilang ke para pemain, baik menyerang maupun bertahan, keluarkan semua kemampuan kalian. Jadi terus bergerak baik saat memegang bola ataupun tanpa bola. Agar itu semua bisa terwujud, komunikasi jadi hal yang penting dalam pertandingan,” pungkasnya. (*)
Bagikan
Frengky Aruan
Berita Terkait
Medali Perunggu Sepak Bola Putri SEA Games 2025 Jadi Milik Thailand Setelah Mengalahkan Timnas Indonesia 2-0
Komisi Disiplin FIFA Keluarkan Putusan, Timnas Malaysia Dinyatakan Kalah 0-3 dalam 3 Laga Persahabatan Buntut Dokumen Palsu 7 Pemain Naturalisasi
Link Streaming Partai Perebutan Medali Perunggu SEA Games 2025 Timnas Putri Indonesia Vs Thailand
Jadwal Sepak Bola SEA Games 2025 Hari Ini Rabu, 17 Desember 2025: Timnas Putri Indonesia Dihadapkan Tembok Besar Raih Medali Perunggu, Filipina-Vietnam Berebut Emas
Takluk dari Vietnam, Timnas Putri Indonesia Fokus Bidik Medali Perunggu SEA Games 2025
Timnas Putri Indonesia Lolos Semifinal SEA Games 2025, Zahra Muzdalifah Lebih Pede Bawa Pulang Medali
Move On dari Kekalahan 1-3 Kontra Timnas Putri Indonesia, Singapura Tidak Ingin Menyerah Sekalipun Berat Hadapi Thailand
Isa Warps Sempat Takut Kalah Lagi Sebelum Golnya Awali Kebangkitan Timnas Putri Kalahkan Singapura
Respons Pelatih Timnas Putri Indonesia Akira Higashiyama soal Kemenangan 3-1 atas Singapura di Laga Kedua SEA Games 2025
Klasemen Sepak Bola Putri SEA Games 2025 Setelah Timnas Indonesia Kalahkan Singapura 3-1