Poster Tomb Raider Jadi Bahan Cemooh, Ini Alasannya

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 21 September 2017
Poster Tomb Raider Jadi Bahan Cemooh, Ini Alasannya

Poster Tomb Raider. (Foto: takeitgame)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POSTER dan trailer penuh aksi film terbaru Tomb Raider baru saja dirilis. Alih-alih membicarakan film tersebut, publik malah sibuk mengomentari leher Alicia Vikander. Ya, leher!

Aktris pemenang Oscar yang memerankan Lara Croft muda itu tampaknya menjadi korban rekayasa Photosop yang ceroboh dalam tampilannya di poster. Twitter pun dipenuhi komentar dan cemooh.

'Apakah hanya perasaanku atau memang ada yang salah dengan proporsi poster Tomb Raider itu', cicit Lex Croucher


'Makin aku melihat poster film Tomb Raider, makin tak masuk akal bagian leher itu', tulis pengguna Twitter, Nibel.

Bahkan ada juga warganet yang membandingkan aktris Ex Machina itu dengan seekor velociraptor dan karakter berleher panjang di film lain.

Bandingkan panjang leher Alicia Vikander dalam poster dan kehidupan nyata. (foto: BBC)

Disutradarai sineas Norwegia Roar Uthaug film terbaru Tomb Raider tersebut akan tayang di bioskop pada Maret 2018. Film terbaru Lara Croft tersebut mamiliki plot yang sama dengan gim Tomb Raider yang dirilis 2013.

Selain Vikander, aktor Inggris Dominic West, Nick Frost, dan Kristin Scott Thomas juga terlihat dalam trailer film itu.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan