Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'

Portura hadirkan EP debut. (foto: dok/portura)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Superband Portura resmi memperkenalkan mini album debut bertajuk FRAMES, yang memuat lima lagu orisinal dengan pendekatan musikal dan cerita yang berangkat dari pengalaman personal para personelnya. Melalui rilisan ini, Portura membuka ruang eksplorasi di luar kebiasaan bermusik mereka dalam proyek masing-masing.

Portura beranggotakan Iga Massardi, Fathia Izzati, John Paul Patton, Enrico Octaviano, dan Bilal Indrajaya. Kehadiran grup ini dalam setahun terakhir telah menarik perhatian penikmat musik Tanah Air, terutama karena para personelnya sebelumnya dikenal melalui proyek musik masing-masing.

Awalnya, Portura dibentuk untuk sebuah proyek jangka pendek yang berfokus pada penampilan langsung. Namun, kecocokan dan koneksi di antara para personel mendorong grup ini berkembang menjadi sebuah band dengan karya orisinal.

Berawal dari Proyek Panggung, Portura Kembangkan Karya Orisinal

Kemunculan Portura pada penghujung tahun lalu diinisiasi oleh Lintas Resonan. Kini, keduanya kembali bekerja sama dalam penggarapan FRAMES, dengan Lintas Resonan mengambil peran sebagai produser eksekutif.

Mini album ini menjadi ruang bagi setiap personel untuk mengeksplorasi pendekatan musikal yang berbeda dari kebiasaan mereka dalam proyek masing-masing. Keinginan untuk melampaui batas musikal yang selama ini dijalani menjadi salah satu landasan dalam proses kreatif FRAMES.

Dari sisi penulisan lirik, Portura memilih pendekatan yang lebih personal. Perasaan dan pengalaman yang sedang dialami para personel menjadi sumber gagasan, termasuk persoalan sosial, kegelisahan terhadap keadaan sekitar, serta upaya bertahan menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Baca juga:

Perkenalkan Portura, Lintas Resonan 2025 Rangkul Semangat Lokal untuk Satukan Pelaku dan Penikmat Musik

Enrico Octaviano Ungkap Benang Merah FRAMES

Lintas

Bagi Portura, FRAMES tidak dibangun berdasarkan satu konsep besar yang harus menjadi acuan bagi seluruh lagu. Sebaliknya, proses kreatifnya memberi ruang bagi setiap personel untuk menyampaikan hal-hal yang ingin mereka tulis dan rasakan.

Enrico Octaviano menjelaskan bahwa eksplorasi dan kejujuran dalam menyampaikan gagasan menjadi benang merah mini album debut tersebut.

Proses kreatifnya nggak terlalu banyak berfokus pada konsep, kita coba menulis apa yang mau kita tulis dan rasakan. Kalau ditanya apa benang merahnya, justru benang merahnya ada sisi eksplorasi kita, dan berusaha jujur sama apa yang mau disampaikan. Selebihnya tinggal pendengar yang menilai, Portura grup musik seperti apa,

Enrico Octaviano.

Pendekatan tersebut membuat FRAMES menjadi wadah bagi para personel untuk memperlihatkan sisi musikal sekaligus sudut pandang personal mereka, tanpa harus terpaku pada karakter yang telah terbentuk dalam proyek sebelumnya.

Baca juga:

Portura Debut lewat Single 'Ye Ye Ye', Hadirkan Konsep Escape Room dalam Video Klip

Lima Lagu dengan Proses Penciptaan Beragam

FRAMES memuat lima lagu orisinal, yakni Ye Ye Ye, Deru, L’existence, Falling Off/Tangguh, dan Koma. Dari kelima lagu tersebut, Ye Ye Ye telah lebih dahulu diperkenalkan kepada publik pada September 2026.

Setiap lagu memiliki cerita dan proses penciptaan yang berbeda. Sebagian berawal dari demo atau gagasan yang dibawa salah satu personel, sedangkan lagu lainnya dikembangkan bersama sejak tahap awal.

Perbedaan proses tersebut turut membentuk karakter musik rock alternatif Portura dalam mini album debut mereka. Alih-alih menyeragamkan pendekatan penciptaan, band ini memberi ruang bagi beragam gagasan untuk berkembang menjadi karya bersama.

FRAMES Jadi Ruang Berbagi Keresahan dan Pengalaman

Melalui FRAMES, Portura tidak berusaha menetapkan standar tertentu ataupun memenuhi ekspektasi yang mungkin telah terbentuk di kalangan pendengar.

Mini album ini justru menjadi medium untuk membagikan sudut pandang, keresahan, dan pengalaman personal melalui pendekatan bermusik yang berbeda dari proyek-proyek yang selama ini mereka jalani. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'
Portura merilis FRAMES, mini album debut berisi lima lagu orisinal yang mengeksplorasi musik rock alternatif, keresahan sosial, dan pengalaman personal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Bukan Sekadar Debut EP, Portura Tuangkan Keresahan Personal dalam 'FRAMES'
ShowBiz
Arti Lirik lagu 'Cinta Tanpa Memiliki' dari Fadhil Music, Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Lagi patah hati? Cari tahu makna mendalam dan lirik lagu Cinta Tanpa Memiliki dari Fadhil Music versi slow rock yang emosional banget di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Arti Lirik lagu 'Cinta Tanpa Memiliki' dari Fadhil Music, Sakitnya Mencintai Dalam Diam
Lifestyle
Kebebasan Lintas Generasi Musisi Malam Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends
Hearing session akan berlangsung di Psychocandy Records, Kemang, Jakarta Selatan. Acara tersebut akan mempertemukan sejumlah pelaku musik
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
Kebebasan Lintas Generasi Musisi Malam Tribute to Pestolaer: Nothing Best But Friends
ShowBiz
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
Gavendri memperkenalkan album kedua Sympathy/Empathy berisi 11 lagu tentang kehilangan, pertumbuhan, dan harapan, termasuk lagu 'On & On'.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Dari Kehilangan hingga Harapan, Gavendri Merangkai Cerita dalam Album 'Sympathy/Empathy'
ShowBiz
Rayakan 20 Tahun, lightcraft Rilis Ulang EP 'The Modern Seasons' dengan Aransemen Baru
lightcraft menghidupkan kembali EP debut The Modern Seasons yang dirilis pada 2006 dengan aransemen elektronik baru untuk merayakan 20 tahun perjalanan mereka.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Rayakan 20 Tahun, lightcraft Rilis Ulang EP 'The Modern Seasons' dengan Aransemen Baru
ShowBiz
BOL4 Gelar Konser [Red Square] di Jakarta, Cek Harga dan Jadwal Penjualan Tiket
BOL4 menggelar konser [Red Square] di Jakarta pada 14 November 2026. Simak harga tiket mulai Rp 850 ribu dan jadwal penjualan 11 Oktober.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
BOL4 Gelar Konser [Red Square] di Jakarta, Cek Harga dan Jadwal Penjualan Tiket
ShowBiz
Jadwal Konser Jakarta Oktober 2026: Avenged Sevenfold, TULUS, BABYMONSTER, hingga Ye
Simak 5 agenda konser dan festival musik Jakarta Oktober 2026, dari Avenged Sevenfold dan Festival Teman TULUS hingga BABYMONSTER dan Ye.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Oktober 2026
Jadwal Konser Jakarta Oktober 2026: Avenged Sevenfold, TULUS, BABYMONSTER, hingga Ye
ShowBiz
'Pure' Sienna Spiro Viral di Media Sosial, ini Makna Lagu yang Personal
Pure membawa pendengarnya menyelami proses refleksi diri yang cukup dalam.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
'Pure' Sienna Spiro Viral di Media Sosial, ini Makna Lagu yang Personal
ShowBiz
Stand Here Alone dan Aziz Harun Rayakan Kehangatan Persahabatan lewat 'Kembali Berjumpa'
Single ini merayakan persahabatan dan potongan-potongan kecil dalam hidup yang pernah membuat segalanya terasa lebih ringan.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Stand Here Alone dan Aziz Harun Rayakan Kehangatan Persahabatan lewat 'Kembali Berjumpa'
ShowBiz
Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan 'Juara Dua', Bicarakan Bahagia tanpa Harus Jadi yang Pertama
Lagu ini bercerita tentang pilihan untuk menjalani hidup dengan lebih bahagia tanpa harus selalu mengejar posisi pertama.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus Hadirkan 'Juara Dua', Bicarakan Bahagia tanpa Harus Jadi yang Pertama
Bagikan