Merahputih.com - Penanganan hukum kasus pelemparan bus Persib di Rest Area Tol Batang KM 360 kini memasuki babak baru setelah manajemen tim turun tangan langsung menemui pihak kepolisian setempat.
Jajaran Polresta Batang secara tegas meminta pelaku pelemparan bus Persib yang diduga berasal dari oknum Jakmania untuk segera menyerahkan diri mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.
Di sisi lain, aparat juga mengimbau agar Bobotoh diimbau tenang dan tidak terprovokasi demi menjaga iklim kondusif kompetisi sepak bola Indonesia.
Baca juga:
Persija Terancam Pengurangan Poin Buntut Penyerangan Bus Persib? Ini Penjelasan Komdis PSSI
Tragedi kelam di mana bus Persib diserang pada Minggu (11/10) lalu memang memantik emosi banyak pihak, namun langkah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) patut diacungi jempol.
Kehadiran perwakilan manajemen Persib kawal kasus ke Markas Polresta Batang pada Kamis (15/10) jadi bukti nyata bahwa keselamatan pemain adalah harga mati buat klub.
Langkah proaktif ini diharapkan bisa bikin pengusutan perkara berjalan transparan dan objektif tanpa pandang bulu, sekaligus meredam tensi liar di media sosial yang belakangan sering memanaskan rivalitas suporter.
Ultimatum Polisi untuk Oknum Jakmania dan Pesan Damai Buat Bobotoh

Tim penyidik yang dikomandoi oleh Kanit 3 Satreskrim Polresta Batang, IPDA Pipin Setyo Utomo, menyambut baik inisiatif manajemen skuad Maung Bandung. Menurutnya, koordinasi semacam ini ngasih dorongan moral yang kuat buat kepolisian untuk bekerja ekstra mengusut tuntas siapa saja dalang di balik kekacauan tersebut.
Pipin juga mengirimkan pesan tegas agar pihak-pihak yang terlibat tidak lari dari tanggung jawab.
Kami mohon supaya tetap tenang, serahkan kepada kami dari pihak kepolisian Polresta Batang untuk dapat mengusut tuntas perkara ini dan untuk menemukan pelaku-pelaku yang lain. Untuk suporter dari Persija atau Jakmania yang menjadi terduga, kami minta menyerahkan diri ke Polresta Batang atau menghubungi pihak kami sehingga akan lebih membuat dunia sepak bola ini lebih damai,
tegas Pipin.
Lebih lanjut, ia wanti-wanti banget supaya suporter Jawa Barat nggak gampang kepancing emosi atau melakukan aksi balasan yang justru merugikan banyak orang.
"Satreskrim Polresta Batang mengimbau kepada yang pertama untuk supporter atau pendukung dari PERSIB Bandung agar jangan terprovokasi atau terpengaruh dengan adanya kejadian tersebut di rest area 360," tambahnya.
Sikap Tegas Manajemen: Kekerasan Tak Punya Tempat di Sepak Bola!
Dari kubu internal klub, Deputy CEO PT PBB, Adhitia Putra Herawan, memastikan insiden ini nggak bakal dibiarin menguap begitu saja seiring berjalannya waktu. Manajemen bakal memantau terus progresnya sampai palu keadilan benar-benar diketuk.
"Bagi kami, persoalan ini tidak boleh berhenti menjadi perhatian sesaat. Kami ingin memastikan komunikasi dengan pihak kepolisian terus berjalan dan penanganannya dikawal hingga tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," beber Adhitia.
Baca juga:
Persija Incar Kemenangan Kelima, Shin Tae-yong Ingatkan Pemain Tak Terlena
Menurutnya, nyawa dan keselamatan rombongan termasuk para punggawa muda Persib EPA U-18 yang ikut berada di dalam bus saat kejadian adalah prioritas mutlak yang harus dilindungi. Insiden teror semacam ini adalah ancaman nyata bagi masa depan industri olahraga kita.
"Kami menghormati proses dan kewenangan aparat penegak hukum dalam menangani perkara ini. Kami berharap seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum. Bagi kami, persoalan ini bukan semata-mata tentang PERSIB, tetapi juga tentang keselamatan setiap orang dan pentingnya memastikan bahwa kekerasan tidak mendapat tempat dalam sepak bola Indonesia," tutup Adhitia