Polemik Bandara IMIP, Presiden Prabowo Perintahkan Menteri ESDM Tindak Tegas Dugaan Tambang Ilegal
Layanan Transportasi di Bandara IMIP. Foto: Dok. IMIP
MerahPutih.com - Polemik terkait Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, membuat pemerintah pusat mengambil sikap tegas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menegakkan aturan tanpa pandang bulu terhadap seluruh aktivitas yang dianggap menyimpang.
“Jangan pandang bulu, karena enggak boleh negara kalah dari apa yang terjadi yang kurang pas atau melanggar," kata Bahlil di Jakarta, dikutip Kamis (27/11).
Bahlil menjelaskan bahwa hingga kini Kementerian ESDM masih menunggu laporan resmi dari tim terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal di kawasan tersebut.
Baca juga:
Sementara itu, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah menurunkan tim untuk melakukan latihan operasi di Bandara IMIP. Bahlil menyebut dirinya tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Ketika ditanya mengenai aktivitas pertambangan nikel di wilayah Morowali, Bahlil menegaskan bahwa kewenangan Kementerian ESDM terbatas pada pemberian rekomendasi hilirisasi nikel. Ia masih menunggu laporan lengkap dari tim investigasi mengenai dugaan tambang ilegal.
Meski begitu, Bahlil menegaskan komitmennya untuk menindak seluruh pihak yang melakukan penambangan tanpa izin.
“Siapapun yang melanggar terkait dengan tambang ilegal ataupun menambang di luar wilayah yang ada izinnya seperti BPKH, ataupun menambang di area yang ada nikelnya atau ada tambangnya tapi tidak ada izinnya, tetap akan diproses secara umum,” ujarnya.
Baca juga:
Bandara IMIP Disorot, Menkeu Purbaya Kirim Petugas Bea Cukai dan Imigrasi ke Morowali
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti keberadaan bandara di Indonesia yang beroperasi tanpa perangkat negara seperti Bea Cukai maupun Imigrasi. Sjafrie menyebut kondisi tersebut sebagai anomali.
Ia menegaskan bahwa fakta ini menjadi salah satu alasan TNI menggelar simulasi latihan intercept terhadap pesawat yang diduga memiliki indikasi aktivitas ilegal, sebagai bentuk kehadiran negara. Latihan serupa juga dilakukan di darat oleh prajurit TNI di bandara yang tidak memiliki petugas resmi negara. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
Mandatori Bioetanol E10 Berlaku 2028, Toyota Langsung Tancap Gas Investasi
Prabowo Lontarkan Gurauan ke Kapten TNI Rizki Juniansyah Usai Dapat Bonus Rp 1 Miliar
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Presiden Serahkan Bonus Peraih Medali SEA Games 2025, Totalnya Rp 465,25 Miliar
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
Prabowo Tegaskan Tak Boleh Sepeser pun Uang Rakyat Dicuri, Perintahkan Kejagung 'Sikat' 5 Juta Hektare Sawit Ilegal di 2026
Prabowo Ingin Anak Petani Jadi Jenderal, Gak Cuma Jago Cangkul di Sawah
Prabowo Siap Sikat Habis Tambang Ilegal, Tegaskan Uang Rakyat Tak Boleh Hilang 1 Persen Pun
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Haruskan Pada 2026 Ojol Wajib Beli Motor Listrik agar Tidak Jadi Beban Subsidi