Pokemon: Detective Pikachu, Sebuah Film untuk Nostalgia

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 10 Mei 2019
Pokemon: Detective Pikachu, Sebuah Film untuk Nostalgia

Detective Pikachu (Sumber: Variety)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMENJAK muncul melalui video game di pertengahan tahun 90an, Pokemon tak pernah kehilangan penggemarnya. Para monster menggemaskan mulai mewarnai masa kecil anak-anak yang besar di era 2000-an melalui animasi hingga mainan. Fenomena ini juga terasa sampai di Indonesia.

Pokemon kembali menjadi perbincangan saat game online Pokemon Go dirilis tahun 2016. Saat itu banyak orang yang sibuk menuntuk menatap layar ponselnya untuk berburu monster secara virtual dan menangkapnya.

Demam Pokemon Go yang melanda berbagai daerah ini menjadikan gaya hidup seseorang berubah. Bahkan ada yang rela izin bekerja hanya untuk mencari monster-monster itu. Ada pula kecelakaan lalu lintas karena terlalu fokus bermain game.

Setelah kepopuleran Pokemon Go meredup, Pikachu bersama yang lain kembali hadir lewar film Pokemon: Detective Pikachu. Film ini menggabungkan live action dengan animasi monster-monster populer Pokemon.

Hal yang harus kamu ingat, Pokemon: Detective Pikachu bukanlah film petualangan seperti yang diceritakan di banyak animasi. Di film ini Pikachu (Ryan Reynolds) adalah partner dari detektif swasta Harry Goodman yang menghilang dalam insiden misterius.

Pikacu dan Harry tinggal di kota metropolis di mana Pokemon dan Manusia hidup berdampingan dan saling membantu. Hampir mustahil menemukan orang yang tidak memiliki pendamping Pokemon.

Saat Harry dinyatakan tewas, putranya, Tom (Justice Smith) yang tinggal berjauhan datang untuk mengurus peninggalan ayahnya. Di saat itulah ia bertemu Pikachu, rekan sang ayah dulu. Secara mengejutkan ia juga mengerti semua omongan monster berkekuatan listrik itu.

Tom yang merasa curiga atas kematian ayahnya akhirnya mencoba menguak misteri di balik hilangnya sang ayah. Perjuangan mereka dibantu oleh seorang reporter magang Lucy Stevens (Kathryn Newton) yang hafal di luar kepala tentang perilaku pokemon, serta koleganya Psyduck.

ingkah lucu Pikachu serta Psyduck menjadi sumber komedi yang layak ditonton segala umur dengan didampingi orang tua. Monster lain yang ikut meramaikan film ini seperti Bulbasaur, Mangikarp hingga Mewtwo yang legendaris.

Cerita dan konflik di film ini cukup ringan hingga mudah ditebak. Selain itu, meski diadapasi dari budaya pupuler Jepang, nuansa Negeri Sakura di Pokemon: Detective Pikachu hanya diwakili Ken Watanabe yang hanya numpang lewat serta cameo dari Ryoma Takeuchi, penyulih suara Tim Goodman dalam versi negara asalnya.

Animasi Pikachu dan Psyduck tampak sangat menawan. Sayangnya hal itu tidak belaku pada monster-monster lainnya. Di era efek film di mana-mana amat disayangkan animasi Pokemon: Detective Pikachu kurang maksimal.

Namun, di luar segala kekurangannya itu, film ini sangat cocok untuk penonton yang membutuhkan film dengan cerita ringan, tanpa harus berpikir keras.

#Film #Film Hollywood
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
Arie Kriting mempertanyakan absennya Irma Rihi dari nominasi FFI lewat Women From Rote Island dan Na Willa serta menyoroti representasi perempuan Timur.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Kritik Arie Kriting soal FFI: Ketika Film Diapresiasi, Pemainnya Tak Masuk Nominasi
ShowBiz
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
Andrew Koji mengaku sempat ragu memerankan Ryu di film Street Fighter. Simak tantangan mendalami karakter, kisah turnamen, dan 14 adegan pertarungan utama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
ShowBiz
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
Callina Liang menjalani latihan bela diri 5–6 hari sepekan dan mengonsumsi 12 telur sehari demi memerankan Chun-Li di film Street Fighter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
ShowBiz
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Film Street Fighter tayang 14 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Simak sinopsis Ryu dan Ken, 14 adegan pertarungan, serta daftar pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Simak daftar nominasi Kids’ Choice Awards 2026 dalam kategori film, musik, serial TV, olahraga, kreator, gim, dan podcast. Alex Warren menjadi host.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Jika tahun ini Christine Hakim kembali memenangi nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dia resmi mengoleksi total enam piala.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Bagikan