Musik

PJ Morton Ajak Jalan-Jalan Keliling Afrika dalam ‘Cape Town to Cairo’

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 19 Juni 2024
PJ Morton Ajak Jalan-Jalan Keliling Afrika dalam ‘Cape Town to Cairo’

PJ Morton rilis album 'Cape Town to Cairo'. (foto: Cedric Tang)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MUSIM gugur lalu, musisi peraih Grammy asal New Orleans PJ Morton menginjakkan kaki di Benua Afrika. Tanpa membawa draft musik, lirik, dan ekspetasi apa pun, Morton memulai petualangannya, hanya bermodalkan mimpi liar untuk bisa membuat sebuah album dalam kurun waktu sebulan.

Dalam misinya, ia ingin memasukkan dirinya ke beraneka ragam budaya, cerita, dan komunitas yang ia temui. Mulai lah ia menjelajah dalam perjalanan panjangnya yang ia mulai dari Cape Town dan Johannesburg di Afrika Selatan, ke Lagos (Nigeria), Accra (Ghana), Kairo (Mesir), lalu kembali lagi ke Afrika Selatan. Perjalanan unik ini menghasilkan album Cape Town to Cairo.

“Aku ingin menangkap perasaan yang aku alami selama berada di benua tersebut sehingga aku berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak menulis draft lagu ataupun lirik apa-apa sebelum sampai Afrika, dan juga sebaliknya, aku tidak akan menulis apa apa setelah aku pulang, termasuk menyelesaikan rekaman vokalku,” kata Morton dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Baginya, peroses pembuatan album ini merupakan sebuah eksperimen agar ia mempercayai instingnya. “Sama seperti banyak orang lainnya, aku juga memiliki kecenderungan untuk suka overthinking, jadi untuk kali ini aku ingin memicu sesuatu yang memiliki nilai taruhan yang besar,” imbuhnya.

Baca juga:

Kaleb J dan PJ Morton Kisahkan Akhir Hubungan dalam ‘Please Don’t Walk Away’

Album terbaru Morton ini menjadi wadah baginya untuk berkolaborasi dengan banyak musisi lainnya, seperti Fireboy DML, Mádé Kuti, Asa, Ndabo Zulu, dan Soweto Spiritual Singers. Selain itu, album ini juga menampilkan produser musik P Priime dan The Cavemen, live band milik PJ Morton sendiri, dan musisi-musisi lokal Afrika.

Di album Cape Town to Cairo, PJ Morton menggunakan musik sebagai bahasa utama yang paling kuat. “Ada unsur-unsur musik R&B, soul, tapi juga ada lagu yang memiliki pengaruh lainnya, seperti musik gospel dapat terdengar di lagu berjudul Simunye, unsur pop ada di Count On Me, serta jazz pada All The Dreamers. Semua ini bisa tergabung dalam sebuah album karena inspirasi yang aku dapatkan yang datang dari Afrika,” imbuhnya.

Morton menghubungkan New Orleans ke Lagos pada lagu Smoke & Mirrors yang direkam satu hari setelah perayaan ulang tahun Fela Kuti, seorang musisi dan aktivis legendaris dari Nigeria. Ada juga Please Be Good dan Simunye (We Are One) yang turut menampilkan Soweto Spiritual Singers. Kedua lagu ini membawa ciri khas musik asli Afrika.

"Pada akhirnya, Cape Town to Cairo merupakan sebuah diaspora berbentuk musik yang dilakukan sesuai keinginanku,” tutup Morton.(dwi)

Baca juga:

Jelang Hajatan Java Jazz 2022, PJ Morton Gandeng Kaleb J di Single 'Please Don't Walk Away'

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan