Pink Menyesal Memilih Tim Taylor Swift

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 14 Oktober 2017
Pink Menyesal Memilih Tim Taylor Swift

Pink. (foto: twitter)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENYANYI Pink menyesali keputusannya untuk memihak dalam perseteruan musik terbesar, Taylor Swift vs Katy Perry.

Dalam sebuah wawancara dengan Los Angeles Times, penynayi 38 tahun ini mengenang penampilannya dalam sebuah acara radio di London. Ketika diminta memilih dengan cepat, ia pun memutuskan untuk menjadi bagian tim Taylor Swift.

"Seharusnya aku diam saja. Sesungguhnya aku tak peduli," ujar Pink. Ia pun menyebut bahwa ia merasa diburu atas pertanyaan itu.

"Aku tak tahu harus bagaimana. Aku pun menanggung akibatnya, karena keesokan harinya terpampang, 'Pink adalah tim Taylor'," ujarnya.

Katy Perry, 32, dan Swift,27, memang terlibat dalam sebuah perseteruan selama beberapa tahun belakangan. Perseteruan itu bahkan memunculkan beberapa single yang isinya serangan untuk yang lainnya.

Kini, Pink mengaku menyesal karena hampir terjebak dalam perseteruan sengit itu.
"Aku punya dua anak, salah satunya masih bayi. Hal-hal sangat berbeda kini. Aku tidak tertarik pada drama dan perseteruan," ujarnya pada majalah Times.

Pink memiliki dua anak bersama Carey Hart, Willow Sage,6, dan Jameson Moon, 9 bulan.

Pelantun hit What About Us ini tengah disibukkan dengan peluncuran album terbarunya, Beautiful Trauma. Album itu juga diikuti sebuah film pendek berjudul On the record: P!nk — Beautiful Trauma. (*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan