Bisnis

Perusahaan Paperless Berpotensi 3 Kali Lebih Banyak untuk Berkembang

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 04 Juni 2024
Perusahaan Paperless Berpotensi 3 Kali Lebih Banyak untuk Berkembang

Digitalisasi membantu perusahaan berkembang 3 kali lipat. (Foto: Pexels/Hatice Baran)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - BUDAYA paper based membawa konsekuensi negatif yang tidak terhindarkan, seperti biaya operasional yang tinggi, inefisiensi, dan risiko kehilangan data. Perusahaan yang masih terjebak dalam budaya tersebut akan tertinggal dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

Hal itu dijelaskan HashMicro, perusahaan penyedia solusi peranti lunak ERP. Menurut mereka, perusahaan yang mengadopsi sistem paperless memiliki peluang tiga kali lebih besar untuk berkembang jika dibandingkan dengan perusahaan yang masih menggunakan sistem manual.

“Adopsi sistem paperless untuk dokumentasi perusahaan merupakan tren yang berkembang di berbagai industri dan patut dipertimbangkan perusahaan yang ingin meningkatkan kinerja bisnisnya,” ujar Business Development Director of HashMicro Lusiana Lu dalam keterangan resmi yang diterima Merahputih.com.

Bisnis mengadopsi sistem paperless dapat berkembang karena beberapa hal meliputi peningkatan produktivitas, penghematan biaya operasional, peningkatan keamanan data, dan kolaborasi yang lebih efektif. Hal itu disebabkan perusahaan akan lebih mudah mengikuti tren dan perkembangan terbaru di dunia digital dan dapat memanfaatkan teknologi canggih seperti AI, IoT, dan machine learning untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi.

Baca juga:

Seri Printer Baru ini Bidik Pasar Pebisnis untuk Bantu Promosi

“Transformasi digital membuka gerbang bagi perusahaan untuk memasuki pasar baru dan menjangkau pelanggan yang lebih luas. Dengan solusi paperless, perusahaan dapat menghemat waktu dan biaya sehingga dapat fokus pada pengembangan produk dan layanan baru yang inovatif,” jelas Lusiana.

Manfaat lain dari penerapan solusi paperless ialah peningkatan efisiensi dan produktivitas. Dengan mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik, proses kerja menjadi lebih cepat dan lebih mudah diakses. Data dapat diintegrasikan dan dikelola dengan lebih baik sehingga mengurangi risiko kesalahan dan keterlambatan dalam bekerja.

Adopsi sistem paperless juga berkontribusi pada peningkatan kepuasan pelanggan karena perusahaan bisa memberikan pelayanan yang lebih cepat dan akurat. Hal tersebut bisa dilakukan karena informasi pelanggan dapat ditemukan dan diproses dengan efisien secara digital.

Pelanggan dapat menerima layanan yang lebih responsif, yang pada akhirnya akan meningkatkan loyalitas dan implikasinya pada reputasi perusahaan. “Pelanggan di era ini menuntut pelayanan yang cepat dan mudah. Dengan solusi digital, perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih personal dan efisien kepada pelanggan, sehingga meningkatkan kepuasan dan loyalitas mereka,” tutur Lusiana Lu.

Penghematan biaya juga menjadi salah satu keunggulan utama dari solusi paperless. Biaya yang biasanya dikeluarkan untuk pembelian kertas, pencetakan, penyimpanan, dan distribusi dokumen fisik dapat dikurangi secara signifikan dengan digitalisasi perusahaan. Perusahaan yang mengadopsi teknologi digital dapat mengalokasi sumber daya ini untuk inisiatif lain yang lebih strategis.

Untuk mengadopsi prinsip paperless, perusahaan dapat mulai dengan berinvestasi dengan teknologi yang mendukung transformasi ini. Salah satu teknologi kunci yakni electronic document management system (EDMS) yang memungkinkan pengelolaan dokumen secara digital dan terorganisasi. Selain itu, platform kolaborasi daring juga dapat membantu tim bekerja lebih efektif tanpa perlu bertemu secara fisik atau menggunakan dokumen cetak.(*)

Baca juga:

Moms, Terapkan 5 Kiat ini untuk Memulai Bisnis UMKM

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan