Pertumbuhan Streaming Menurun, Saham Disney Jatuh
Segera membuka layanan streaming di Malaysia dan Thailand. (Foto: Reuters)
WALT Disney Co mengalami penurunan saham karena pertumbuhan layanan streamingnya melambat bersamaan dengan penurunan angka kasus COVID-19 di AS. Saham Disney diketahui turun sebesar 3,7%.
Mengutip Reuters, CEO Walt Disney, Robert Chapek mengatakan perusahaannya akan tetap memproduksi baik film maupun acara televisi secara normal. Hal ini dilakukan agar dapat menghadirkan penawaran baru yang bisa mendatangkan pelanggan baru ke Disney Plus, ESPN Plus, maupun Disney Hotstar.
Ia pun menyebutkan kini layanan streaming milik Disney tengah dikembangkan lebih baik lagi untuk dapat bersaing dengan layanan streaming serupa seperti Netflix. Analis dari eMarketer, Eric Hoggstrom menyebutkan pertumbuhan yang melambat dari Disney Plus dapat diatasi jika konten-konten di aplikasi itu terus diperkaya.
Baca juga:
“Mengingat investasi Disney ada pada konten, pertumbuhan pelanggan akan kembali kuat setelah turbulensi jangka pendek ini berakhir,” kata Eric.
Beberapa konten yang telah disiapkan Disney Plus di antaranya seperti Loki dan serial Star Wars The Book of Boba Fett. Hingga April 2021, tercatat ada sebanyak 103,6 juta pelanggan yang berlangganan Disney Plus. Untuk serial WandaVision dan The Falcon and the Winter Soldier mereka mendapatkan pemasukan hingga US$109,3 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Dengan masih adanya harapan pertambahan pengguna, Disney pun berencana meluncurkan layanan Disney Plus di Malaysia dan Thailand pada Juni 2021. Langkah ini dilakukan untuk merambah pelanggan baru lebih banyak secara global.
Baca juga:
Lewat Perintah Suara, Disney Plus Kini Bisa Diputar di Google Assistant
Sementara Taman Hiburan Disneyland, kini dalam tahapan pemulihan karena masih ada pembatasan jumlah pengunjung akibat pandemi. Secara keseluruhan, Disney mengalami penurunan pendapatan hingga 13% pada kuartal kedua 2021.
Pendapatan operasional paling banyak berasal dari divisi media Disney yang naik sebesar 74% dari tahun sebelumnya menjadi US$2,9 miliar atau sekitar Rp41 triliun. Meski demikian, dari media streaming mengalami kerugian sebesar US$290 juta atau sekitar Rp4 triliun yang terbantu penurunannya berkat iklan di layanan Hulu dan ESPN Plus. (and)
Baca juga:
Disney Rilis Harga Film 'Mulan' untuk Disney Plus
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Deretan Film Horor Lokal Siap Teror Bioskop Akhir Januari 2026, Catat Jadwalnya!
Film 'Sadali' Tampilkan Dilema Cinta Jarak Jauh, Adinia Wirasti Comeback ke Layar Lebar
The RIP Netflix: Kisah Polisi dan Uang Haram
HBO Max Manajakan Penonton dengan Film Blockbuster dan K-Drama Eksklusif, Cek Daftarnya
'Godzilla Minus Zero', Film Sekuel Pemenang Oscar Siap Guncang Bioskop November 2026
Netflix Garap Serial Live-Action 'Scooby-Doo', Hadir dengan Nuansa Lebih Gelap dan Dewasa
‘KPop Demon Hunters’ Sukses Dapat Sorotan di Golden Globe, Ahn Hyo-seop Kecipratan Ngetop di AS
Sukses Besar di Awal Tahun, Film Korea 'Once We Were Us' Kuasai Box Office
‘KPop Demon Hunters’ Menang 2 Golden Globes, Buka Peluang Besar untuk Berlaga di Oscar
Timothee Chalamet Kalahkan Leonardo DiCaprio di Golden Globes 2026, Bekal Positif ke Academy Awards