MerahPutih.com - Persija Jakarta menyindir Pemprov DKI di bawah pimpinan Gubernur Anies Baswedan yang sampai saat ini belum juga merealisasikan janji membangun stadion bagi tim Macan Kemayoran.
Sindiran ini berawal dari kericuhan yang terjadi pada uji tanding melawan Selangor FA, 6 September 2018 lalu di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.
Kericuhan akibat ulah segelintir suporter Persija, Jakmania, di luar stadion. Lemparan membuat batu bertebaran dan mengakibatkan infrastruktur Patriot rusak. Warga sekitar pun trauma.
Persija Jakarta kini terkena imbasnya karena izin kepolisian untuk menggelar partai kandang urung turun sehingga Bambang Pamungkas dan kawan-kawan kembali menjadi tim musafir. Macan kemayoran terpaksa kembali menjalani laga tandang meminjam stadion di Bantul, Yogyakarta.
Menurut Direktur Utama Persija, Gede Widiade, Patriot hanya mampu menampung maksimal 29 ribu penonton. Jumlah itu tidak cukup untuk mengakomodir militansi Jakmania. Praktis, banyak pula yang tidak beruntung untuk menyaksikan pertandingan Persija di Patriot.
Gede Widiade menyindir Pemprov DKI yang pernah berjanji membangun stadion bertaraf internasional untuk kandang Persija. "Seharusnya dengan begini teman-teman di Pemprov DKI telah mempersiapkan (stadion) dengan animo keinginan masyarakat menonton Persija bisa tersalurkan," kata dia, dikutip dari BolaSkor.com, Senin (17/9).
Untuk diketahui, Anies bersama Sandiaga Uno sempat menjanjikan akan membangun stadion untuk Persija dalam janji kampanye mereka di Pilkada 2017 silam. Namun, hingga Sandiaga mundur dari jabatan Wagub untuk maju dalam Pilpres 2019 janji itu belum juga terealisasi.
Lagi-lagi, Gede menyindir hingga kini rencana Pemprov DKI itu baru berbentuk wacana. Belum ada bentuk nyata untuk mendirikan sebuah homebase untuk Persija, yang mampu menampung puluhan ribu Jakmania. "Kalau pembangunan dimulai, minimal perasaan kekecewaan mereka sudah bisa terkurangi," sesal petinggi Persija itu. (*/BolaSkor.com)