Merahputih.com - Persija Jakarta resmi mengumumkan perpisahan dengan Winger asal Brasil, Emaxwell Souza.
Pengumuman resmi perpisahan dengan Emaxwell tak lama setelah Macan Kemayoran umumkan perpisahan dengan Allano Lima di laman resmi sosial media Persija seperti X dan Instagram pada Kamis (4/6).
Baca juga:
Lewat unggahannya, manajemen Persija Jakarta mengonfirmasi perpisahan tersebut dan menyampaikan apresiasi mendalam atas gelontoran gol serta perjuangan keras sang striker sepanjang musim lalu.
Hadir dengan penuh keyakinan, untuk menjawab tantangan. Torehan 16 gol menjadi bukti, bahwa kerja keras dan dedikasi, takkan pernah mengkhianati,
tulis manajemen Persija Jakarta
Jejak Tajam Sang Mesin Gol Brasil
Kedatangan pemain berusia 31 tahun tersebut pada awal musim sempat mengundang keraguan publik, namun performa impresif di lapangan segera membungkam kritik.
Penyerang haus gol ini langsung menjelma menjadi tulang punggung lini serang skuad Macan Kemayoran dalam mengoyak jala gawang musuh.
Berikut kontribusi nyata Maxwell Souza selama berseragam Persija Jakarta:
-
Total Penampilan: 31 pertandingan di semua kompetisi resmi.
-
Koleksi Gol: 16 gol (berstatus sebagai pencetak gol terbanyak klub).
-
Umpan Matang (Assist): 4 kali kreator gol rekan setim.
Manajemen mengakui dampak besar kehadiran sang pemain dalam merebut hati para suporter fanatik. “Ini bukan sekadar tentang datang dan menciptakan cerita, tetapi tentang meninggalkan jejak mencengangkan dalam hati banyak Jakmania,” tambah manajemen Persija.
Cuci Gudang Sektor Legiun Asing
Keputusan melepas juru gedor utama ini menegaskan kebijakan perombakan besar-besaran komposisi pemain asing dalam tubuh tim. Maxwell Souza menjadi nama legiun asing kedua mengalami pencoretan dari daftar susunan pemain musim depan.
Sebelum pengumuman pencoretan sang striker Brasil, manajemen tim sudah terlebih dahulu memutus kemitraan dengan Allano Lima.
Baca juga:
Pemain lincah tersebut merupakan sosok motor serangan utama sektor sayap penyuplai umpan-umpan matang ke dalam kotak penalti lawan sepanjang musim lalu.
Kehilangan dua pilar penting ini memaksa tim kepelatihan bekerja ekstra keras mencari pengganti sepadan guna menjaga asa juara.