MerahPutih.com - Persija Jakarta bersuara soal kericuhan antarsuporter yang mewarnai laga melawan Persita Tangerang pada pekan kelima Super League 2026/2027. Insiden di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (17/10), tersebut menyebabkan sejumlah orang terluka dan membuat pertandingan tertunda selama 31 menit.
Kericuhan di tribun membuat babak kedua yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB baru dimulai pada pukul 20.31 WIB, setelah situasi dinilai relatif aman.
Persija tak hanya harus menerima kekalahan dramatis 2-3 akibat gol Persita pada menit ke-90+5, tetapi juga menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi di stadion.
Baca juga:
Shin Tae-yong Beberkan Sebab Kekalahan Perdana Persija dari Persita, Singgung Rusuh Suporter
Melalui pernyataan resmi di akun Instagram klub, Minggu (18/10), manajemen Persija menyampaikan simpati kepada para korban.
Persija menyampaikan simpati kepada seluruh pihak yang terdampak, khususnya mereka yang mengalami luka-luka. Kami berharap seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang diperlukan dan dapat segera pulih,
tulis Persija.
Klub berjuluk Macan Kemayoran itu menegaskan bahwa tindakan anarkis di stadion, terutama yang membahayakan keselamatan orang lain, tidak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun.
Persija Imbau Suporter Tetap Tenang dan Tidak Mudah Terprovokasi
Persija juga mengimbau suporter agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial.
Kami mengimbau seluruh suporter untuk tetap tenang, menahan diri, menjaga ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi,
tulis klub.
Saat ini, manajemen Persija mengumpulkan data dan berkoordinasi dengan panitia pelaksana (panpel) serta aparat keamanan untuk memperoleh kronologi kejadian secara utuh dan terverifikasi.
Lihat postingan ini di Instagram
Baca juga:
Persija Kalah Dramatis 2-3 dari Persita, Rayhan Hannan Akui Kesalahan Fatal Tim
Persija berkomitmen menangani persoalan tersebut secara transparan, objektif, dan bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum serta regulasi kompetisi.
“Persija mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas demi terciptanya iklim sepak bola Indonesia yang aman dan bermartabat,” sambung pernyataan klub. (*)