Merahputih.com - Persib Bandung siap menjadikan ajang ASEAN Club Championship 2026/2027 sebagai arena pembuktian mental juara saat menantang tim-tim elite Asia Tenggara.
Pelatih Igor Tolic menegaskan bahwa partisipasi Maung Bandung di kompetisi ini bukan sekadar untuk mengejar hadiah uang, melainkan ujian penting demi mengukur batas kemampuan skuadnya.
Pada ASEAN Club Championship 2026/2027, AFF mengucurkan hadiah USD 500 ribu atau Rp9,1 miliar bagi klub yang berhasil keluar sebagai juara.
Baca juga:
Berada satu grup dengan raksasa seperti Port FC (Thailand), Johor Darul Takzim (Malaysia), dan Cong An Ha Noi (Vietnam) di Grup B, jadwal Persib Bandung dipastikan bakal sangat menguras keringat karena mereka harus membagi fokus di empat ajang berbeda.
Menghadapi lawan yang sudah langganan tampil di kasta tertinggi AFC Champions League Elite tentu memaksa tim pelatih memutar otak lebih keras soal taktik dan rotasi pemain Persib. Menariknya, pengalaman merasakan kerasnya tempo di kompetisi Asia ini justru diyakini bakal jadi senjata rahasia untuk melibas lawan-lawan di liga lokal.
Bukan Cari Cuan, Incar Mentalitas Level Asia

Buat Igor Tolic, bertarung melawan klub-klub mapan Asia Tenggara menghadirkan kepuasan dan motivasi tersendiri. Berstatus sebagai tim yang kini berlaga di AFC Champions League Two, Persib tidak ciut nyali meski lawan-lawannya berada di level kompetisi benua yang lebih tinggi.
Sang pelatih justru melihat situasi ini sebagai medium terbaik untuk menempa karakter pemain, alih-alih cuma memikirkan pundi-pundi rupiah dari pihak penyelenggara.
Soal hadiah uang, kami tak terlalu memikirkannya. Kami hanya ingin bermain bagus, menguji kemampuan, dan bertarung dengan semaksimal mungkin,
ucap Tolic.
Lebih jauh, ia sangat yakin bahwa tingginya intensitas permainan di level regional akan membawa dampak positif saat skuad asuhannya kembali mentas di kompetisi dalam negeri.
"Jika kami bertanding dengan baik di kompetisi Asia, maka laga di liga domestik itu terasa lebih mudah sebab kami terbiasa dengan tempo yang lebih tinggi," jelasnya.
Ujian Fisik dan Strategi Rotasi Ekstrem
Bermain di empat kompetisi sekaligus, termasuk ACC 2026/2027, jelas bukan perkara gampang. Ancaman kelelahan fisik, padatnya jadwal penerbangan, hingga risiko cedera menjadi musuh tak terlihat yang harus ditaklukkan Pangeran Biru.
Tolic sadar betul bahwa kualitas lawan bukan satu-satunya tembok penghalang. Kemampuan mengelola stamina pemain lewat rotasi yang cermat akan menjadi kunci sukses mengarungi musim yang super sibuk ini.
"Ini jadi ujian yang bagus karena belum pernah ada yang melakukannya sebelum ini. Kami sudah membuat perencanaannya. Tentu kami tidak bisa memprediksi segalanya, seperti risiko pemain terkena flu atau cedera beruntun," ujar Igor.
Baca juga:
Igor Tolic Soroti Sulitnya ACC, Persib Pincang Hadapi Port FC
"Namun kami juga berusaha membuat kualitas tim ini seimbang di setiap posisi dan membagi beban kerja antar pemain pada setiap laga dan setiap kompetisi. Bagian yang paling sulit ialah kami selalu dituntut untuk menang dan tampil dalam level tertinggi pada setiap pertandingan," pungkasnya.