Persatuan dan Kesatuan Lebih Penting Dari Perang Saudara

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 01 Desember 2016
Persatuan dan Kesatuan Lebih Penting Dari Perang Saudara

Panglima TNI saat memberikan sambutan di Wisuda Univ Muhammadiyah. (Foto : Puspen TNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo kembali mengingatkan generasi penerus bangsa Indonesia kemungkinan adanya kader-kader yang sudah dibina dan digalang oleh kekuatan asing, untuk menghancurkan Indonesia.

“Apabila kita tidak sadar, maka kita sudah tergalang. Inilah perlunya anak bangsa bersatu, berjuang dan gotong royong agar NKRI tidak terpecah belah,” katanya.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI pada acara Wisuda Pascasarjana ke-34, Sarjana ke-65 dan Diploma, Universitas Muhammadiyah Jakarta, hari Selasa (29 Nov.) di Bumi Serpong Damai Tangerang.

Saat ini menurut Jenderal TNI Gatot, menjadi rebutan negara lain, karena kaya akan sumber daya alam yang menjadi salah satu negara equator di dunia. 

“Kekayaan sumber daya alam di Indonesia pernah disampaikan oleh Presiden RI pertama Ir. Soekarno bahwa, suatu saat nanti negara lain akan iri dengan kekayaan sumber daya alam Indonesia, dan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo saat dilantik menyampaikan hal yang sama, bahwa kaya akan sumber daya alam bisa menjadi petaka,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Karena itu Panglima TNI berharap Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan Center of Gravity pemersatu bangsa, menjadi kekuatan agar bangsa Indonesia tidak bisa dipecah belah meski terdiri dari banyak suku, agama dan bahasa.

Dengan tema “Mari Kita Berjuang dan Bergotong Royong Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang”, Jenderal TNI Gatot juga memperingatkan bahwa orang-orang Indonesia memiliki ego atau ke-aku-an  yang sangat tinggi. Karena itu perlu waspada agar tidak mudah di adu domba dan dipecah-pecah.

Karena itu bangsa Indonesia menurut Panglima TNI, harus bisa mengambil pelajaran dari konflik perang saudara yang dialami sejumlah negara Arab Spring akibat permasalahan dalam negeri, seperti  agama dan terorisme.

“Permasalahan dalam negeri mereka dijadikan sebagai alasan untuk masuknya negara lain, ikut campur urusan dalam negeri terkait kepentingan energi,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Pusat Muhamadiyah Prof. Dr. Dadang Khamad, Majelis Dikti Pimpinan Pusat Muhamadiyah Prof. Dr. M. Noor Rachman Hadjam, Rektor Universitas Muhamadiyah  Jakatra Prof. Dr. Syaiful Bachri, S.H.,M.H., serta Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastomo, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos., Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar H. Hutagaol, Danpom TNI Mayjen TNI Dodik Wijanarko, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos. (dsyamil)

#Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Bagikan