MerahPutih.com - Thomas Dooley pernah memimpin Timnas Filipina menghancurkan Indonesia 4-0. Itu terjadi ketika Filipina bertemu Indonesia di Piala AFF 2014.
Namun, setelah 12 tahun berselang, Thomas Dooley, yang kini menangani Bangladesh, mengakui bahwa Timnas Indonesia kini menjadi salah satu lawan paling sulit dikalahkan di Asia Tenggara.
Dooley menilai kekuatan Timnas Indonesia telah meningkat sangat signifikan. Kehadiran sejumlah pemain yang berkarier di kompetisi Eropa membuat skuad Garuda saat ini jauh berbeda dibanding ketika dirinya menghadapi Indonesia bersama Filipina.
Baca juga:
Jadi (Indonesia) ini adalah tim yang sangat tangguh untuk dikalahkan saat ini bagi siapa pun (pada FIFA ASEAN Cup 2026),
Rekor Pertemuan Pelatih Timnas Bangladesh Thomas Dooley dengan Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Tidak Ada Noda Kekalahan kata Thomas Dooley dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, dikutip dari Antara.
Thomas Dooley Sebut Indonesia Punya Pemain di Liga Eropa
Bangladesh menjadi tim undangan pada FIFA ASEAN Cup 2026 dan akan memulai kiprahnya dengan menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9) pukul 16.00 WIB.
Dooley menyebut Malaysia dan Singapura sebagai lawan berat berdasarkan perbedaan peringkat FIFA. Namun, Indonesia menjadi tantangan terbesar karena memiliki selisih peringkat hingga 63 posisi dari Bangladesh.
Mereka (Timnas Indonesia) memiliki beberapa pemain dari Liga Jerman, dari Liga Belanda, dari Liga Italia. Jadi ini adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan saat saya bertanding melawan mereka dulu,
katanya.
Dooley bahkan memilih bersikap realistis mengenai peluang Bangladesh. Menurutnya, tim yang dibawanya merupakan underdog dan tidak memiliki banyak keuntungan dibandingkan para pesaingnya.
Baca juga:
Ia mengakui sebagian suporter Bangladesh mungkin berharap timnya mampu mengalahkan siapa pun di turnamen tersebut. Namun, Dooley menegaskan target utama mereka adalah memberikan perlawanan terbaik sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi tim-tim Asia Tenggara.
"Saya selalu mengatakan kami harus realistis," katanya.
Dooley pun memastikan Bangladesh akan tetap bermain dengan gaya mereka dan berusaha meraih hasil terbaik. Pengalaman menghadapi Indonesia, Malaysia, Singapura, serta tim Asia Tenggara lainnya diharapkan menjadi modal penting Bangladesh menghadapi kompetisi antarnegara di kawasan Asia Selatan (SAFF).