Hari Film Nasional

Perjuangan Sineas Indonesia Berjaya di Negeri Sendiri

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 30 Maret 2018
Perjuangan Sineas Indonesia Berjaya di Negeri Sendiri

Hari Film Nasional. (Foto: americanlibrariesmagazine)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TANGGAL 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional. Namun tak banyak yang tahu sejarah panjang yang melatarbelakangi Hari Film Nasional. Usmar Ismail merupakan sosok yang berperan dibalik Hari Film Nasional. Ia juga berjasa dalam mengangkat karya anak bangsa.

Sejak era 20an, dunia perfilman di Indonesia mulai muncul. Sayangnya, film yang beredar kala itu terdapat campur tangan asing. Film-film yang beredar pada masa itu banyak diproduseri kolonial Belanda. Tak hanya kolonial Belanda, orang-orang Timur Asing juga cukup mendominasi perfilman di Indonesia pada masa itu.

Terbukti dengan banyaknya film-film yang disutradarai oleh orang asing seperti Loetoeng Kasaroeng (1928) yang disutradarai oleh Heuveldorp dari Belanda, Rampok Preanger (1929) yang disutradarai oleh Nelson Wong dari Tiongkok, Tie Pat Kai Kawin (Siloeman Babi Perang Siloeman Monjet) (1935) yang disutradarai The Teng Chun atau Terang Boelan (Het Eiland der Droomen) yang disutradarai Albert Balink.

usmar ismail
Usmar Ismail (kanan) bapak perfilman Indonesia. (Foto: Istimewa)

Tak hanya sutradara, produser, penulis naskah hingga pemain filmnya lebih banyak orang asing daripada pribumi. Hal tersebut berlangsung hingga puluhan tahun kemudian.

Tahun 1950 menjadi gerbang bagi kesuksesan para sineas nasional. Kesuksesan tersebut ditandai dengan munculnya film Long March (Darah dan Doa). Film yang disutradarai oleh Usmar Ismail tersebut mengisahkan tentang perjalanan panjang (long march) prajurit Republik Indonesia di pangkalan Jogjakarta dan diperintahkan untuk kembali ke Jawa Barat.

Dalam perjalanannya, rombongan yang dipimpin Kapten Sudarto (Del Juzar) tersebut menghadapi berbagai ketegangan dan penderitaan seperti serangan udara dari Belanda. Perjalanan mereka pun diwarnai dengan penghianatan dan romansa percintaan.

Usmar Ismail mampu mengemas film ini dengan sangat apik. Ia mampu menampilkan sosok Kapten Sudarto dengan sangat cerdas. Walaupun berlatarbelakang sejarah, ia menghadirkan sosok Kapten Sudarto sebagai manusia bukan pahlawan.

Dalam perjalanan, Kapten Sudarto diceritakan terlibat dalam cinta terlarang dengan dua gadis meski telah memiliki istri di tempat tinggalnya. Sosoknya yang tegas di medan pertempuran justru menjadi peragu kala dihadapkan pada percintaan. Ia pun memilih keluar dari tentara. Film ini diakhiri dengan adegan penembakan Sudarto oleh anggota Partai Komunis yang ia berantas waktu terjadinya Peristiwa Pemberontakan PKI di Madiun.

long march
Film Long March (Drah dan Doa). (Foto: Istimewa)

Film yang diperankan oleh Suzanna tersebut memiliki perananan penting dalam sejarah perfilman Indonesia. Keseluruhan film yang diproduksi oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia (PERFINI) tersebut melibatkan orang Indonesia mulai dari sutradara, penulis skenario, pemain, hingga kru lainnya. Tak adanya campur tangan asing dalam film Long March (Darah dan Doa) menjadi penanda kebebasan anak bangsa untuk berkarya.

Pengambilan gambar Long March (Darah dan Doa) pertama kali dimulai pada 30 Maret 1950. Pada 11 Oktober 1962, Dewan Fim Nasional menetapkan tanggal 30 Maret sebagai Hari Film Nasional. Tak hanya itu, Usmar Ismail pun ditetapkan sebagai Bapak Film Nasional. Meskipun telah ditetapkan sebagai Hari Film Nasional, pengakuan resmi dari pemerintah Republik Indonesia baru terjadi pada tahun 1992. Pengakuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Undang-Undang Perfilman oleh Presiden Soeharto pada 30 Maret 1992.

Pengakuan atas film Long March (Darah dan Doa) tak hanya didapatkan dari dalam negeri. Film ini pun berhasil masuk ke Festival Film Internasional. Upaya sutradara jebolan Sinematografi, Universitas California Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat ini tak hanya berhenti di film Long March (Darah dan Doa). Ia kembali memperkenalkan perfilman Indonesia di kancah internasional lewat film Pedjuang. Film tersebut berhasil menyabet piala di Festival Film International di Moscow, Rusia.

Atas jasa-jasanya yang besar dalam dunia perfilman Indonesia, para sineas Indonesia pun merekomendasikan sosok Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional. (avia)

#Film
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
Andrew Koji mengaku sempat ragu memerankan Ryu di film Street Fighter. Simak tantangan mendalami karakter, kisah turnamen, dan 14 adegan pertarungan utama.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Andrew Koji Sempat Tak Percaya Diri Perankan Ryu di Film Live-Action 'Street Fighter'
ShowBiz
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
Callina Liang menjalani latihan bela diri 5–6 hari sepekan dan mengonsumsi 12 telur sehari demi memerankan Chun-Li di film Street Fighter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Demi Perankan Chun-Li di 'Street Fighter', Callina Liang Jalani Latihan Intensif dan Konsumsi 12 Telur Sehari
ShowBiz
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
Film Street Fighter tayang 14 Oktober 2026 di bioskop Indonesia. Simak sinopsis Ryu dan Ken, 14 adegan pertarungan, serta daftar pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 14 Oktober 2026
Bukan Cuma Adu Jurus, Film Live-Action 'Street Fighter' Juga Sajikan Komedi yang Menggelitik
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
Simak daftar nominasi Kids’ Choice Awards 2026 dalam kategori film, musik, serial TV, olahraga, kreator, gim, dan podcast. Alex Warren menjadi host.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Kids’ Choice Awards 2026, Alex Warren Jadi Pembawa Acara
ShowBiz
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
Daftar lengkap nominasi FFI 2026 untuk 22 kategori Piala Citra, mulai dari Film Cerita Panjang Terbaik hingga Penulis Skenario Asli Terbaik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2026, dari Film hingga Skenario Terbaik
ShowBiz
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
Dalam nominasi Sutrada Terbaik FFI, Bernadus bersaing dengan Edwin, Joko Anwar, Wregas Bhanuteja, dan Kimo Stambuel.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Baru Debut, Bernadus Raka Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2026
ShowBiz
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
Ghost in the Cell karya Joko Anwar masuk 13 nominasi FFI ke-46. Simak daftar kategori, latar cerita, perjalanan di Berlinale 2026, dan jajaran pemainnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Teror Penjara hingga Kritik Sosial, Film 'Ghost in the Cell' Borong 13 Nominasi FFI 2026
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
Nicholas Saputra jadi aktor yang paling banyak masuk nominasi Aktor Terbaik.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Utama Pria Terbaik, Nicholas Saputra Bersaing dengan Marthino Lio
ShowBiz
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
Jika tahun ini Christine Hakim kembali memenangi nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, dia resmi mengoleksi total enam piala.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
FFI 2026 Umumkan Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik, Christine Hakim hingga Shenina Cinnamon Saingan untuk Piala Citra
ShowBiz
Film Baru Tom Cruise ‘Digger’ Flop, Diproyeksikan Rugi Rp 3,8 Triliun
Berpotensi menjadi salah satu film dengan kegagalan finansial (flop) terbesar dalam sejarah Hollywood.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Film Baru Tom Cruise ‘Digger’ Flop, Diproyeksikan Rugi Rp 3,8 Triliun
Bagikan