MerahPutih.com - Cabang olahraga wushu menyumbangkan medali pertama bagi Tim Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Prestasi tersebut diraih Seraf Naro Siregar pada nomor Men’s Changquan, setelah bersaing ketat dalam final yang berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Nagoya.
Baca juga:
Dalam persaingan final yang berlangsung ketat, Naro mencatatkan 9.720 poin dan menempati urutan ketiga. Sementara itu, medali emas diraih Chi Hin Kuong dari Macau dengan 9.723 poin, sedangkan medali perak diraih oleh rekan satu negara Kuong, Chi Kuan Song dengan 9.720 poin.
Bagi Naro, pencapaian ini memiliki makna tersendiri karena Changquan bukan merupakan nomor utamanya. Pada Asian Games Hangzhou 2022, ia meraih medali perunggu pada nomor Daoshu & Gunshu.
Jadi saya merasa sangat lega bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia,
ujar Naro.
Tantangan Naro menuju pertandingan di Nagoya juga tidak mudah.
Menahan Nyeri saat Latihan
Sekitar satu setengah bulan sebelum pertandingan, Naro mengalami gangguan pada bagian lutut. Kondisi tersebut sempat menghambat persiapannya karena rasa nyeri muncul ketika melakukan gerakan lompatan, tolakan, hingga pendaratan.
Atlet, bagi atlet pasti itu adalah hal yang umum. Cuma memang yang tidak umum adalah ketika bagaimana kita bisa bangkit, bisa tetap percaya diri ketika kita harus membela negara,
ucap Naro.
Naro menjelaskan, kondisi tersebut membuatnya tidak dapat menjalani latihan dengan intensitas seperti biasanya. Program persiapannya lebih banyak diarahkan pada penguatan, terapi, tusuk jarum, dan shockwave therapy.
Saya latihan sedikit, kaki sudah kencang, kaki sudah nggak bisa buat lompat, kaki sudah nggak ada tenaga. Jadi programnya penguatan, tusuk jarum, terapi, setelah itu shockwave therapy, besok penguatan lagi, nanti tusuk jarum lagi. Jadi seminggu bisa tiga sampai empat kali, shockwave juga,
jelasnya.
Mimpi Jadi Kenyataan
Untuk latihan teknik, Naro bahkan harus mengurangi frekuensi latihan menjadi sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Padahal, menjelang pertandingan dalam kondisi normal, latihan teknik dapat dilakukan hingga sekitar 10 kali dalam seminggu.
Medali pertama Indonesia di Asian Games ini juga memiliki makna mendalam bagi Naro. Menurut Naro, Asian Games merupakan panggung yang diimpikan banyak atlet dan menjadi salah satu event terbesar dalam perjalanan kariernya.
“Arti medali Asian Games ini buat saya segalanya. Karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet. Atlet manapun sudah bermimpi untuk berkompetisi di sini, apalagi dapat medali. Saya sangat mendedikasikan semua hidup saya untuk event terbesar ini,” tutup Naro. (Knu)