Perjalanan Karya Sastra yang Tak Pernah Mati Meski Terbakar Waktu

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 26 Mei 2022
Perjalanan Karya Sastra yang Tak Pernah Mati Meski Terbakar Waktu

Sejarah karya sastra di dunia melalui perjalanan panjang hingga detik ini. (Foto: Pixabay/Ghinzo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM sejarahnya, perjalanan karya sastra baik secara internasional maupun di Indonesia sendiri telah melalui berbagai peristiwa untuk bisa kita nikmati sampai hari ini. Bak roda kehidupan yang berputar, aliran, warna, serta ciri khas karya sastra tiap abad juga ikut berputar karena harus beradaptasi dengan situasi terkini.

Pada abad ke-19, karya sastra hanya berfokus pada penyebaran kebudayaan saja. Tetapi memasuki masa kejayaan Balai Pustaka pada tahun 1920-an, Indonesia mulai mengenal sastra populer atau yang biasa disebut dengan sastra picisan yang dianggap bermutu rendahan.

Baca Juga:

Masa Depan Sastra Indonesia di Tangan Generasi Milenial

sastra
Para sastrawan mengikuti perkembangan zaman dan teknologi demi mempertahankan eksistensinya. (Foto: Pixabay/Pexels)

Kemudian memasuki tahun 1970-an, novel populer akhirnya berkembang di Indonesia. Meskipun novel populer yang dikenal saat itu hanya sebatas aliran romantis. Tetapi penempatan plot, tempat, waktu, dan konflik yang terjadi antar tokoh di dalam kisah yang dirangkai oleh sastrawan rupanya menjerat hati banyak pembaca.

Popularitas karya sastra modern seperti cerpen dan novel saat itu akhirnya meroket dalam waktu singkat. Meskipun begitu karya sastra klasik yang kaku dan memiliki aturan pakem tetap mendapatkan sanjungan dan berjaya di jalurnya sendiri. Hanya saja keduanya memiliki target pasar atau target audiens yang berbeda.

Hubungan antara sastrawan dan pembaca bagaikan hubungan mutualisme. Di satu sisi seorang sastrawan tentu saja membutuhkan pembaca sebanyak mungkin agar bisa menghasilkan karya yang baru. Selain untuk mencurahkan kreativitas seni di dalam pikirannya, sastrawan juga tentunya membutuhkan popularitas dan uang yang hanya bisa ia peroleh melaui para pembaca setianya.

Di sisi yang lain pembaca juga tetap membutuhkan karya sastra dari seorang sastrawan. Sebagian membutuhkan karya sastra sebagai pelipur lara atau hiburan di waktu senggang. Sebagian yang lain memanfaatkan karya sastra sebagai media belajar.

Tentu saja hubungan antara sastrawan dan pembaca tidak bisa berlangsung langgeng dan harmonis jika sastrawan tidak mengikuti perkembangan zaman dan keinginan pasar. Itu lah alasan mengapa akhirnya seiring berjalannya waktu cabang sastra populer semakin beragam.

Pembaca tak hanya bisa menemukan novel-novel berbau romansa saja melainkan novel misteri, detektif, ataupun buku mengenai sejarah yang dikemas secara modern. Dalam buku Sastra Indonesia Modern II, Teeuw mengatakan bahwa karya sastra populer yang lebih condong bersifat hiburan seperti novel dan cerpen turut andil dalam perkembangan sastra modern di Indonesia. Bahkan karya sastra populer terbukti menduduki peringkat satu sebagai karya sastra dengan jumlah terbesar sepanjang sejarah kesusastraan.

Fakta ini tentunya didukung oleh berkembangnya karya sastra terjemahan yang membuat semua orang bisa ikut menikmati dalam berbagai bahasa. Sebut saja J.K Rowling, penulis kenamaan dunia dengan karyanya yang melegenda, Harry Potter. Berkat bantuan terjemahan, pada waktu itu rakyat Indonesia juga ikut demam penyihir berkacamata bulat.

Baca Juga:

Creative Thinking Penting Banget di Dunia Kerja

sastra
Saat ini karya sastra bisa dinikmati melalui platform digital. (Foto: Pixabay/LoboStudioHamburg)

Majalah dan koran juga ikut berpartisipasi dalam perkembangan karya sastra populer karena menyematkan rubrik cerita populer selain berita terkini. Ditambah dunia perfilman juga mulai merambah karya novel untuk diangkat sebagai cerita utama.

Kemudian karya sastra populer berhasil memperluas target pasar setelah menjaring target khusus yaitu anak remaja dengan melahirkan novel teenlit. Kamu pasti pernah deh pulang sekolah langsung mampir ke toko buku terdekat untuk membeli terbitan teenlit terbaru.

Sesuai namanya yang mengusung tema anak remaja, teenlit memang mengangkat kehidupan anak muda yang dihiasi dengan percintaan remaja, sekolah, persaingan, cita-cita, mencari identitas, loyalitas persahabatan, dan konflik khas anak remaja. Meski plot cerita novel teenlit menceritakan banyak hal, sudah menjadi rahasia umum bahwa hampir semua novel teenlit mengandung alur percintaan labil khas anak remaja.

Memiliki banyak penggemar dari kalangan remaja tak lantas membuat novel teenlit terhindar dari serangan tanggapan kontra. Banyak orang dewasa terutama orangtua merasa novel teenlit bukan untuk konsumsi remaja dan tak mendidik karena mengajarkan anak di bawah umur mengenai urusan percintaan.

Namun bagi dunia kesusastraan tentu saja novel teenlit berperan besar dalam meningkatkan minat baca di kalangan remaja yang mulai sibuk dengan gawai. Karena pro dan kontra terhadap kehadiran novel teenlit berlangsung sengit, buku-buku berisi pengembangan diri remaja dan ilmu pengetahuan yang dikemas secara ringan agar mudah dimengerti oleh anak remaja mulai bermunculan. Tentunya untuk mengimbangi keberadaan novel teenlit. Apalagi masa remaja merupakan fase mencari identitas diri sehingga anak remaja akan mencari banyak informasi dari berbagai platform termasuk melalui buku.

Perjalanan karya sastra sejak zaman dahulu hingga detik ini mengalami banyak goncangan kuat. Apalagi di masa modern ini buku-buku fisik mulai ditinggalkan setelah semua orang beralih menggunakan gawai sebagai sarana belajar, bekerja, dan mencari data.

Untungnya banyak sastrawan yang memilih untuk melek teknologi dan mengikuti keinginan pasar dengan menjual karyanya melalui platform digital. Saat ini baik generasi terdahulu maupun anak muda tetap bisa menikmati karya sastra dari berbagai genre melalui berbagai platform digital yang tersedia. (Mar)

Baca Juga:

Media Daring Permudah Akses Pembaca ke Karya Satra

#Lipsus Mei Sastra #Teknologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Nonton Bebas Silau dengan Coocaa Master Series M1 Pro Berdesain Elegan
Coocaa M1 Pro memadukan teknologi Super QD-Mini LED, layar Matte Screen Ultra yang menekan silau, serta desain yang dirancang menyatu dengan dinding.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Nonton Bebas Silau dengan Coocaa Master Series M1 Pro Berdesain Elegan
Tekno
Vivo X500 FE dan V80 FE Makin Dekat Meluncur, Indonesia Sudah Beri Sinyal
Vivo X500 FE dan V80 FE kini sudah mengantongi sertifikasi di Indonesia hingga Singapura. Sinyal peluncurannya pun makin dekat.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Vivo X500 FE dan V80 FE Makin Dekat Meluncur, Indonesia Sudah Beri Sinyal
Tekno
OPPO Reno 17 dan Reno 17 Pro Segera Meluncur, ini Bocoran Spesifikasinya
OPPO Reno 17 dan Reno 17 Pro segera meluncur. HP ini kabarnya membawa baterai 8.000mAh.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
OPPO Reno 17 dan Reno 17 Pro Segera Meluncur, ini Bocoran Spesifikasinya
Tekno
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Meluncur Global November 2026, ini Bocorannya!
Xiaomi 18 Pro dipastikan meluncur global November 2026. HP ini kemungkinan membawa kapasitas baterai yang berbeda.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
Xiaomi 18 Pro Dipastikan Meluncur Global November 2026, ini Bocorannya!
Berita
Lintas Teknologi Solutions Day 2026 Kupas Tuntas Perspektif Strategis AI di Indonesia
Di usia seperempat abad ini, Lintas Teknologi Solutions Day 2026 mengumpulkan para pemangku kepentingan mulai dari jajaran pemerintah, pelaku industri telekomunikasi, hingga penyedia teknologi
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Lintas Teknologi Solutions Day 2026 Kupas Tuntas Perspektif Strategis AI di Indonesia
Tekno
iPhone Duo Diterpa Masalah Layar, Samsung Malah Pamer Ketangguhan Galaxy Z Fold 8
iPhone Duo kini sedang diterpa masalah, tetapi Samsung menyindirnya lewat Samsung Galaxy Z Fold 8.
Soffi Amira - Senin, 02 November 2026
iPhone Duo Diterpa Masalah Layar, Samsung Malah Pamer Ketangguhan Galaxy Z Fold 8
Tekno
Apple Bawa Layar Sentuh ke MacBook Pro, Intip Fitur dan Spesifikasi Lengkapnya
Apple memperkenalkan MacBook Pro terbaru dengan layar sentuh OLED tandem, chip M5 Pro dan M5 Max, Dynamic Island, serta baterai hingga 24 jam.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
Apple Bawa Layar Sentuh ke MacBook Pro, Intip Fitur dan Spesifikasi Lengkapnya
Tekno
iPhone Air 2 Bakal Punya 2 Kamera dan Baterai Lebih Besar? ini Bocoran Spesifikasinya
iPhone Air 2 kini siap berbenah. HP itu akan membawa dua kamera hingga baterai lebih besar.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
iPhone Air 2 Bakal Punya 2 Kamera dan Baterai Lebih Besar? ini Bocoran Spesifikasinya
Tekno
Apple Umumkan MacBook Layar Sentuh Pertama, Diluncurkan 6 November
MacBook Pro dengan PROLED XDR Display, laptop pertama Apple yang dilengkapi layar sensitif sentuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Apple Umumkan MacBook Layar Sentuh Pertama, Diluncurkan 6 November
Tekno
Layar iPhone Duo Retak di Titik yang Sama, Komponen Engsel ini Diduga Jadi Penyebabnya
Penyebab layar iPhone Duo yang retak kini mulai terungkap. Ada komponen engsel yang kemungkinan jadi biangnya.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
Layar iPhone Duo Retak di Titik yang Sama, Komponen Engsel ini Diduga Jadi Penyebabnya
Bagikan