BELAKANGAN ini muncul tren berlibur saat hamil atau yang lebih dikenal babymoon. Serupa dengan honeymoon, babymoon juga menjadi perjalanan romantis bagi calon ibu dan calon ayah sebelum si bayi lahir ke dunia. Meski tak banyak diprioritaskan oleh pasangan muda layaknya honeymoon, babymoon ternyata memiliki sejumlah manfaat bagi si ibu dan ayah.
Babymoon menjadi momen relaksasi bagi si calon ibu dan ayah sebelum si kecil lahir. Relaksasi tersebut membuat mereka lebih siap menyambut kedatangan buah hati. Selain itu, babymoon juga memperkuat ikatan antara istri dan suami.
Namun, wanita hamil perlu memperhatikan waktu terbaik untuk memulai babymoon. American College of Obstetrics and Gynecology menyarankan wanita hamil yang ingin bepergian untuk memulai perjalanannya ketika memasuki trimester kedua atau usia kehamilan 18 hingga 24 minggu. Di trimester kedua, kondisi kehamilan dan kesehatan si ibu jauh lebih baik dan stabil dibandingkan trimester pertama.
Rencanakan dengan matang perjalanan yang akan dilakukan saat babymoon. Hindari mendatangi tempat yang memiliki riwayat penyakit endemik. Kondisi tubuh jauh lebih rentan saat hamil. Akibatnya, virus dan bakteri lebih mudah terpapar pada ibu yang sedang hamil. Virus dan bakteri tak hanya mengancam si ibu tetapi juga bayinya.
Selama melakukan babymoon, ibu juga harus memperhatikan makanan yang di makannya. Pilihlah tempat yang higienis. Untuk sementara waktu hindari makanan mentah seperti sushi, sashimi, telur setengah matang dan lain-lain. Jangan lupa juga untuk rajin minum air putih saat babymoon supaya terhindar dari dehidrasi. (avia)