EMAN Abdul Atti, yang pernah menjadi perempuan terberat sedunia, meninggal pada Senin (25/9) akibat komplikasi penyakit jantung dan gagal ginjal. Berita kematian Atti diumumkan dalam sebuah pernyataan oleh Rumah Sakit Burjeel di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Perempuan asal Mesir berusia 37 tahun itu memiliki berat badan 500 kg. Pihak keluarga menyebut Atti sebelumnya menjalani operasi penurunan berat badan di Rumah Sakit Saifee in Mumbai, India, pada Maret lalu. Pascaoperasi, Atti kehilangan lebih dari 100 kg dan semua tanda menunjukkan hal yang positif.
"Ia amat bahagia. Ia bahkan menari-nari di tempat tidur," ujar Dr Muffazal Lakdawala, ahli bedah yang melaksanakan operasi gastrektomi itu, kepada CNN, Maret lalu.
Prosedur gastrektomi itu meliputi pembuangan bagian usus dan hanya menyisakan bagian seukuran pisang. Selain itu, otot yang berfungsi mengontrol pembuangan makanan dari dalam usus tetap dipertahankan.
Masalah tiroid
Atti yang baru saja merayakan ulang tahun ke-37 pada 9 September lalu memiliki berat badan yang tidak lazim sejak lahir. Ia dilahirkan dengan berat 5 kg, jauh melebihi ukuran bayi normal. Sejak kecil, Atti memiliki masalah pada tiroid. Kelenjar tiroid merupakan organ penghasil hormon yang mengontrol metabolisme.
Saat kelas 5 SD, Atti berhenti bersekolah karena ia kesulitan bergerak dan berjalan. Sejak saat itu, Atti hampir tidak pernah meninggalkan rumah. Ia menderita stroke dan tidak mampu bergerak juga berkomunikasi. Beratnya meningkat hingga mencapai 500 kg. Namun, kesehatannya menurun dengan cepat.
Tahun lalu, kakak Atti membuat sebuah kampanye di media sosial. Lakdawala yang melihat kampanye itu pun menawarkan bantuan untuk Atti. Ia menawarkan program selama 3,5 tahun yang meliputi dua kali operati untuk mengurangi berat badannya hingga 100 kg.
Pihak keluarga sepakat bahwa cara itu bisa jadi merupakan jalan untuk menyelamatkan nyawa Atti. Namun, tantangan melaksanakan rencana itu amat besar. Pertama, Atti hampir tidak mendapat visa karena ketidakmampuannya untuk hadir ke kedutaan.
Setelah permasalahan itu diatasi dengan bantuan dari seorang menteri India, masalah berikut yang dihadapi Atti ialah untuk masuk ke badan pesawat. Egypt Air secara khusus memodifikasi sebuah pesawat kargo untuk menerbangkan Atti ke India.
Setelah prosedur operasi itu, Lakdawala menyatakan fungsi ginjal Atti menunjukkan perkembangan. "Ia tampak sehat setelah operasi," ujar Lakdawala pada Maret lalu. Ia berencana kembali mengoperasi Atti untuk menghilangkan 70-80 kg lagi. Setelah itu, Atti akan dipulangkan ke Mesir. Operasi tahap dua pun dijadwalkan untuk tahun depan.
Atti dipindahkan ke Rumah Sakit Burjeel di Abu Dhabi. Di sana, kondisinya dipantau lebih dari 20 dokter dari berbagai spesialisasi.
Namun, jantung dan ginjalnya tak lagi berfungsi. Pihak keluarga berterima kasi atas perawatan yang diberikan pihak rumah sakit dan dukungan masyarakat Uni Emirat Arab. "Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada pihak keluarga. Doa kami selalu bersamanya," ujar staf Rumah Sakit Burjeel dalam sebuah pernyataan.(*)
Baca juga