Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Perempuan, Jaga Asupan Antioksidan agar Jauh dari Endometriosis

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 03 Desember 2017
Perempuan, Jaga Asupan Antioksidan agar Jauh dari Endometriosis

Ilustrasi. (Foto:pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENJAGA kesehatan reproduksi amatlah penting bagi perempuan. Tak hanya vagina, tapi juga kesehatan rahim. Tak sedikit perempuan yang mengalami masalah di rahim, seperti endometriosis.

Endometriosis adalah kondisi abnormal penebalan jaringan dinding rahim (endometrium). Biasanya kondisi itu dialami perempuan usia 30-40 tahun. Meskipun demikian, perempuan di usia berapa saja bisa mengalaminya.

Kondisi yang terjadi pada rahim ini menyebabkan rasa sakit luar biasa saat menstruasi. Selain itu, beberapa wanita juga mengeluhkan rasa sakit saat buang air besar, kencing, ataupun saat berhubungan seksual.

Untuk mengatasi endometriosis, selain melakukan terapi pengobatan, penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Pasalnya, asupan makanan yang tepat mampu membantu mengatasi peradangan dan rasa sakit yang disebabkan endometriosis.


1. Serat

Makanan kaya serat membantu melancarkan sistem pencernaan. Makanan tinggi serat juga membantu meringankan perut kembung saat menstruasi. Makanan tinggi serat yang harus ada dalam menu makanan Anda, di antaranya apel, pisang, buah beri, avokad, brokoli, wortel, bayam, gandum (whole grain), kacang merah, dan jenis kacang-kacangan lainnya.


2. Zat besi

Endometriosis menyebabkan Anda mengalami perdarahan hebat, membuat Anda kehilangan banyak zat besi. untuk menggantikan zat besi yang hilang akibat perdarahan, Anda harus mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Makanan tinggi zat besi yang baik untuk endometriosis, yaitu daging tanpa lemak, ikan, ayam tanpa kulit, sayuran hijau, aprikot, telur, susu dan produk turunannya, gandum, kacang merah, almond, dan kacang mete.


2. Asam lemak omega-3

Sifat antiradang dari asam lemak omega-3 dapat membantu meringankan gejala rasa nyeri dan sakit akibat endometriosis. Makanan yang kaya akan asam lemak omega, di antaranya ikan salmon, ikan tuna, sarden, ikan kod, kerang, minyak biji chia, minyak biji rami, dan minyak almond.


3. Antioksidan

Para peneliti telah menemukan bahwa perempuan dengan endometriosis cenderung tidak mendapatkan asupan antioksidan dari makanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Cara terbaik untuk meningkatkan antioksidan dalam makanan Anda ialah dengan makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang sehat. Makanan tinggi antioksidan khususnya vitamin A, C, dan E tinggi meliputi ubi, hati sapi, bayam, wortel, blewah, mangga, dan buah citrus (seperti jeruk dan lemon).


1. Makanan mengandung lemak trans tinggi

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi lebih banyak lemak trans berisiko tinggi mengalami endometriosis. Lemak trans banyak terkandung dalam gorengan, makanan olahan, dan makanan cepat saji.

2. Konsumsi daging merah berlemak

Beragam penelitian menyatakan bahwa perempuan yang terlalu banyak mengonsumsi daging merah lebih rentan mengalami endometriosis di kemudian hari.

3. Gluten

Sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 207 wanita dengan endometriosis menunjukkan bahwa 75% peserta mengaku mengalami penurunan rasa sakit setelah menjalani diet bebas gluten.

4. Alkohol

Perempuan yang minum alkohol berisiko lebih tinggi terkena endometriosis. Bahkan, risiko endometriosis justru 50% lebih tinggi di kalangan wanita yang minum alkohol ketimbang mereka yang tidak.

5. Kafein

Studi yang dilakukan Harvard School of Public Health menyebut perempuan yang mengonsumsi dua cangkir atau lebih kopi per hari, atau empat cangkir minuman ringan berkafein per hari, berisiko dua kali lebih mungkin terkena endometriosis.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan