Perempuan, Ini Lima Hal yang Vagina Anda Sampaikan Tentang Kesehatan Anda

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 15 September 2017
Perempuan, Ini Lima Hal yang Vagina Anda Sampaikan Tentang Kesehatan Anda

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEMUA vagina yang sehat memiliki ciri yang sama. Tidak ada bagian, mulai dari leher rahim Anda hingga vulva, yang gatal, sakit, atau terasa seperti terbakar. Meskipun aroma dan cairan dapat bervariasi pada setiap wanita, aroma vagina maupun jumlah cairan yang normal untuk Anda tergantung pada siklus haid Anda.

Namun, jika Anda mengalami gatal yang terus-menerus pada labia atau Anda mulai mencium aroma aneh di vagina, inilah saatnya untuk mencarai tahu lebih banyak tentang vagina Anda. Rasa gatal dan aroma tidak sedap beserta sejumlah tanda lainnya merupakan cara vagina Anda mengatakan bahwa ada sesuatu yang salah.

Tidak ada salahnya pergi mengunjungi ahli kandungan jika Anda mengalami hal tersebut. Namun, sebagai panduan, berikut beberapa gejala yang ditunjukkan vagina Anda sebagai alarm untuk pergi mengunjungi obsgyn.

Jika vagina gatal

Gatal pada selangkangan yang terjadi sesekali masihlah wajar, semisal ketika Anda banyak berkeringat di pusat kebugaran atau ruam yang timbul setelah bercukur.

Namun, gatal kronis yang terus-menerus pada vulva dan vagina merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Bisa saja rasa gatal timbul karena reaksi alergi terhadap sabun badan. Namun, rasa gatal juga bisa mengindikasikan vaginosis bakteri, yakni kondisi ketika jumlah bakteri di vagina mengalami ketidakseimbangan. Selain itu, kondisi tersebut bisa menjadi gejala infeksi jamur, atau infeksi menular seksual, trikomoniasis.

Untuk mengetahui penyebab munculnya rasa gatal, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter. Ahli kandungan akan melakukan beberapa tes untuk melihat penyebab gejala yang Anda rasakan.

“Banyak perempuan yang melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Namun, saya tidak menyarankan hal itu,” saran Michael Cackovic, MD, ahli kandungan dari University Wexner Medical Center Ohio.

Bisa saja, pengobatan yang dilakukan sendiri di rumah malah memperparah rasa gatal.


Jika vagina berbau aneh

Tergantung pada waktu dalam bulan itu, pilihan pakaian, dan seberapa banyak Anda berkeringat, bau vagina Anda bisa ringan sampai tajam. Namun, aroma vagina Anda tidak seharusnya busuk atau menyengat. Jadi jika vagina Anda mengeluarkan aroma yang tidak biasa, itulah saatnya Anda berkonsultasi ke dokter.

Aroma tidak sedap pada vagina bisa disebabkan hal sederhana, seperti perubahan menu makanan ataupun cara Anda membersihkan diri. Namun, Cackovic juga memperingatkan bahwa aroma tidak sedap pada vagina bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih rumit, semisal adanya infeksi.

Infeksi bakteri pada vagina atau penyakit menular seksual bisa menjadi penyebab di balik aroma tak sedap vagina. Namun, ingat juga bahwa kelalaian dalam mengganti pembalut secara teratur saat haid juga bisa membuat vagina berbau tidak sedap. jadi pastikan Anda selalu mengganti pembalut secara berkala di saat haid.

Jika haid tidak teratur

Faktor berat badan, olahraga berlebihan, dan stres yang tinggi dapat membuat siklus haid Anda kacau. Namun, jika kesemua kondisi itu sudah dikesampingkan, pertimbangkan kemungkinan adanya polycystic ovary syndrome (PCOS), sebuah kondisi yang terkait dengan ketidakseimbangan hormon.

“Perempuan yang mengidap PCOS tidak berovulasi secara teratur,” Daniel Breitkopf, MD, ketua ginekologi divisi di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota.

Tanpa ovulasi biasa, Anda tidak akan mendapat haid yang normal dan reguler.

Tanda-tanda lain dari PCOS yakni jerawat dan pertumbuhan rambut tidak normal pada wajah, punggung, atau dada. Selain itu, dengan tingkat hormon yang tidak seimbang, pengidap PCOS akan lebih sulit hamil, sehingga masalah kesuburan dapat juga menjadi tandanya.

"Jika gejala itu bertahan selama lebih dari enam sampai 12 bulan, Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk menyelidiki penyebabnya," ujar Breitkopf.


Jika keputihan berubah

Faktanya, jumlah, konsistensi, dan warna cairan vagina bervariasi pada tiap perempuan. Dari putih dan kental hingga bening, berair, dan licin. Semuanya tergantung pada siklus bulanan Anda.

Namun, perubahan yang nyata dalam warna, jumlah, maupun bau cairan vagina perlu ditangani. Perubahan dapat dikaitkan dengan perubahan hormonal, kehamilan, tingkat hidrasi atau infeksi.

Adanya cairan lain dalam cairan vagina, seperti darah yang berwarna kehijauan, haruslah diperiksakan. Perubahan warna pada cairan vagina bisa menandakan penyakit menular seksual seperti klamidia atau gonorhea.
Jangan tunggu lama. Jika gejala muncul, dalam satu atau dua hari, segeralah ke dokter.

Jika labia berjerawat atau bergelombang

Menemukan benjolan atau benjolan di bawah perut bisa sangat menakutkan. Namun dalam banyak kasus, benjolan itu benar-benar jinak. Sebuah benjolan kecil di bawah kulit vulva atau vagina bisa jadi hanya kelenjar yang tersumbat akibat penumpukan cairan.

Penyumbatan itu, atau kista, biasanya ialng dengan sendirinya. Namun, jika kista disertai rasa sakit atau terus tumbuh, pemeriksaan dokter amatlah diperlukan.

Benjolan jerawat--seperti atau ruam merah bergelombang--di atau dekat labia Anda mungkin mengindikasikan adanya folikel rambut yang tersumbat atau terinfeksi. Hal itu sebagai efek samping yang umum dari mencukur, waxing, atau memakai legging olahraga selama berjam-jam.

Benjolan ataupun jerawat juga bisa menjadi tanda-tanda reaksi alergi, mungkin akibat deterjen atau sabun mandi baru. Tunggu beberapa minggu untuk melihat apakah benjolan itu hilang sendirinya. Jika benjolan masih bertahan, Anda wajib menemui dokter.(*)

Sumber: Health.com

Baca juga Dalam Hal Orgasme, Siapa Yang Lebih Banyak Mencapainya? Perempuan Atau Pria?

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan