TREN rambut mengalami evolusi yang sangat signifikan. Di era 80an kaum hawa suka dengan tatanan rambut yang terlihat artifisial dan jauh berbeda dengan kondisi rambut aslinya. Jika rambutnya lurus, mereka akan mengubahnya menjadi keriting bervolume. Apabila rambutnya ikal atau keriting, mereka memilih meluruskan rambut mereka hingga sangat lurus dan terlihat sangat kaku. Pelurusan rambut demikian disebut juga dengan istilah Japanese Straightening.
Kini orang justru mendambakan rambut yang tertata secara natural. Penata Rambut Selebrita Dunia, Vernon Francois mengungkapkan hal terpenting dalam penataan rambut adalah menonjolkan karakter rambut. Ia harus memastikan bahwa rambut terlihat alami. “Sebagai penata rambut, tanggung jawab saya adalah menunjukkan kekuatan tekstur rambut,” ucapnya.
Ketika seseorang meminta penata rambutnya untuk meluruskan rambut, si penata rambut tak hanya meluruskannya begitu saja. Para penata rambut juga harus memperhatikan art of shaping sebagai seni membentuk tekstur rambut. Hal tersebut membuat teknik pelurusan rambut di masa dahulu dan sekarang menjadi jauh berbeda. Dulu, teknik pelurusan rambut adalah dengan membiarkan rambut lurus dan kaku namun di masa sekarang teknik pelurusan rambutnya adalah dengan membiarkan rambut sedikit bervolume.
“Indonesia banyak sekali perempuan yang menginginkan rambut lurus. Permintaan mereka adalah rambut lurus yang mudah diatur namun bervolume dan terbentuk sempurna,” ucap Amanda Indarwulan, Brand General Manager Matrix Indonesia.
Pelurusan rambut masa kini memiliki beberapa keunggulan di antaranya rambut lebih mudah diatur. Ketika kita memutuskan untuk meluruskan rambut, tak selamanya kita menginginkan rambut yang sangat lurus. Terkadang, kita juga ingin bereksperimen dengan gaya rambut yang berbeda. Hal tersebut sulit dilakukan di masa dahulu. Sekali kita memutuskan meluruskan rambut, maka kita tak lagi bisa mengubahnya.
Ketika kita ingin mengubah gaya rambut maka membutuhkan waktu ekstra. Misalnya, kita ingin mengeritingkan rambut untuk ke pesta, rambut akan kembali lurus begitu kita keluar dari salon. Penyebabnya yakni, rambut yang diluruskan pada masa itu cenderung kaku. Itu tentu menjadi hal yang menyebalkan. Uang yang telah kita keluarkan untuk menata rambut menjadi sia-sia.
Pakar Penataan Rambut dan Technical Manager Matrix, Candra Suyatno, menuturkan bahwa teknik pelurusan rambut masa kini yang dikenal dengan istilah collagen sculpting memudahkan perempuan menata rambutnya sesuai keinginan.
Setelah menggunakan rangkaian produk, collagen sculpting akan menawarkan dua penampilan berbeda. Kita bisa tampil dengan rambut lurus bervolume atau rambut ikal bervolume. Sehingga tak hanya meluruskan tetapi juga bisa membentuk rambut sesuai keinginan kita.
Salah satu permasalahan pelurusan rambut di masa sebelumnya adalah aroma kurang sedap yang menyeruak dari produk perawatan rambut. Aroma zat kimianya menusuk hidung. Permasalahan tersebut tak lagi ditemukan di teknik pelurusan rambut terkini. Teknologi Thiol Trapping Base (TTB) yang terdapat di pelurusan rambut zaman sekarang membuat aromanya jauh lebih nyaman.
Melakukan perawatan rambut dengan bahan dasar kimia tentu akan membawa dampak buruk bagi kesehatan rambut kita. Rambut akan kekurangan elastisitasnya dan dapat menyebabkan rontok. Untuk itu, collagen sculpting tak hanya dapat membentuk rambut tetapi juga merawat rambut hingga ke akar.
Collagen memiliki fungsi untuk mempertahankan elastisitas rambut. Selain membuat rambut lebih mudah ditata, collagen juga menutrisi dan menjaga rambut agar tetap sehat dan bercahaya. (avia)