Perayaan 17 Agustus dan Makna di Dalamnya

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 23 Juli 2018
Perayaan 17 Agustus dan Makna di Dalamnya

Ilustrasi panjat pinang (Foto: ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP tanggal 17 Agustus, masyarakat di seluruh Indonesia selalu memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai upacara digelar untuk memperingati tanggal proklamasi pertama kali dibacakan. Selain itu, perayaan 17 Agustus juga dimeriahkan dengan lomba-lomba di antaranya panjat pinang, balap karung, hingga makan kerupuk.

Demi membuat para peserta lomba semangat, biasanya para panitia menyediakan bermacam hadiah untuk peserta yang menjuarai perlombaan tersebut. Hal ini membuat banyak orang ikut berpartisipasi dalam acara perayaan 17 Agustus tersebut.

Perayaan 17 Agustus dimeriahkan tak hanya oleh anak-anak. Berbagai suku, bangsa, muda, hingga tua pasti ikut berpartisipasi dalam perayaan tahunan ini.

Namun siapa sangaka, sebagian perlombaan yang digelar setiap tahunnya tersebut memiliki filosofi dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Sayangnya tak banyak masyarakat yang tau darimana asal dan tokoh yang mempelopori perayaan 17 Agustu tersebut.

Berikut merahputih.com akan memaparkan makna dari beberapa lomba perayaan 17 Agustu seperti dilansir dari beberapa sumber. Simak makna lomba berikut;

Berikut Makna dari Lomba saat Perayaan 17 Agustus

Balap Karung

Ilustrasi perlombaan balap karung saat perayaan 17 Agustus. (Foto/Asuransi88.com)
Ilustrasi perlombaan balap karung saat perayaan 17 Agustus. (Foto/Asuransi88.com)

Perlombaan yang satu ini sangat populer hingga tak ada satupun yang tak mengenalnya. Hampir disetiap wilayah hingga pelosok daerah di Indonesia rutin menggelar lomba ini. Bukan hanya pada perayaan 17 Agustus saja, lomba ini juga sering dilaksanakan di hari-hari penting di Indonesia.

Dalam pelaksanaanya, lomba ini menampilkan sejumlah peserta yang diwajibkan memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung kemudian berlomba sampai ke garis akhir. Yang membuat menarik dari lomba ini, tak sedikit peserta yang terjatuh dalam usahanya mencapai garis finis.

Sejarah dari perlombaan ini adalah pada zaman pendudukan Jepang, penduduk Indonesia sangat miskin sampai-sampai tak sanggup untuk membeli sandang. Maka, untuk bisa berpakaian masyarakat kala itu menjadikan karung goni sebagai alternatif.

Karung goni memang sangat populer pada masa penjajahan. Karena hanya barang ini saja yang sangat mudah ditemukan dan dimiliki msayarakat Indonesia kala itu.

Tarik Tambang

Ilustrasi perlombaan tarik tambang saat perayaan 17 Agustus. (Foto/indosport.com)
Ilustrasi perlombaan tarik tambang saat perayaan 17 Agustus. (Foto/indosport.com)

Pertandingan yang melibatkan dua regu, dengan 5 atau lebih peserta ini juga hampir tak pernah tempo dalam perayaan 17 Agustus. Karena kepepulerannya, perlombaan ini juga sering dilaksanakan saat momen-momen penting di Indonesia.

Lomba ini menyajikan pertarungan dua regu. peralatannya hanya menggunakan sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Untuk menentukan kemenangan, salah satu regu yang berhasil menarik lawannya ke daerahnya dinyatakan sebagai pemenang.

Makna yang terkandung dalam lomba ini adalah kekompakan tim. Lomba ini bukan sekedar adu kekuatan. Tarik tambang mengajarkan makna gontoroyong, kebersamaan, dan solidaritas. Meski kelihatan simple, perlombaan yang satu ini memiliki makna yang sangat penting untuk membangun bangsa.

Makan Kerupuk

Ilustrasi perlombaan makan kerupuk saat perayaan 17 Agustus. (Foto/rimanews.com)
Ilustrasi perlombaan makan kerupuk saat perayaan 17 Agustus. (Foto/rimanews.com)

Lomba makan kerupuk adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari kemerdekaan Indonesia. Dalam pelaksanaannya, panitia perlombaan biasanya menyiapkan sejumlah kerupuk untuk peserta yang digantung dengan tali secara berjejer kepada sebuah tali panjang.

Kemudian, para peserta berlomba untuk memakan kerupuk masing-masing, dan pemenangnya adalah peserta yang paling cepat memakan habis kerupuknya. Dalam hal ini, semua peserta dalam melaksanakan lomba harus diikat tangannya.

Nah, pada lomba kali ini digambarkan sejarah masa penjajahan yang sangat sulit. Memang, pada masa penjajahan masyarakat indonesia memang susah dalam hal memenuhi kebutuhan pangan. Jadi, makna sejarah yang terkandung dalam lomba ini sangatlah menyentuh.

Panjat Pinang

Ilustrasi perlombaan panjat pinang saat perayaan 17 Agustus. (Foto/kapanlagi.com)
Ilustrasi perlombaan panjat pinang saat perayaan 17 Agustus. (Foto/kapanlagi.com)

Perlombaan yang satu ini memang menjadi primadona saat perayaan 17 Agustus. Dalam pelaksanaannya, lomba ini menyediakan sebuah pohon pinang yang tinggi dan batangnya dilumuri oleh pelumas atau oli bekas dan sabun untuk melicinkannya.

Di bagian atas pohon tersebut, disiapkan berbagai hadiah menarik, dari makanan hingga hadia menarik lainnya. Para peserta berlomba untuk mendapatkan hadiah-hadiah tersebut dengan cara memanjat batang pohon yang biasanya pohon pinang.

Panjat pinang berasal dari zaman penjajahan Belanda dulu. lomba panjat pinang diadakan oleh orang Belanda jika sedang mengadakan acara besar seperti hajatan, pernikahan, dan lain-lain. Yang mengikuti lomba ini adalah orang-orang pribumi.

Merawat Tradisi Perayaan 17 Agustus

Perlombaan perayaan 17 Agustus di kota-kota saat ini mulai tergerus seiring lahan untuk penyelenggaraan lomba semakin sempit. Akibatnya, taksedikit daerah yang urung melaksanakan perayaan lomba tersebut. Padahal, lomba tahunan tersebut sudah menjadi tradisi Inonesia atau identitas negara kita.

"Negara lain malah sedang sibuk mencari permainan tradisional mereka. Beberapa watu lalu saya ketemu orang Jerman yang sedang mencari kearifan lokannya. Susah sekali," tutur Agus Sudarno, Wakil Direktiur PT Pembangunan Jaya Ancol seperti dilansir Kompas.

Ia melanjutkan bahwa Indonesia sangat beruntung dengan tradisinya yang beragam seperti, perayaan 17 Agustus. "Ini jangan sampai hilang ya," pinta Agus. (*)

#17 Agustus #Lomba Makan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Kode Redeem FF Terbaru 17 Agustus 2026, Jangan Sampai Terlewat
Kode redeem FF 17 Agustus 2026 terbaru yang bisa dicoba hari ini. Simak daftar kode, cara redeem FF, dan tips mengatasi kode yang gagal diklaim.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
Kode Redeem FF Terbaru 17 Agustus 2026, Jangan Sampai Terlewat
Indonesia
Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus 2026, Begini Syarat dan Cara Reservasinya
Ancol gratiskan tiket masuk saat 17 Agustus 2026. Namun, masyarakat harus melakukan reservasi terlebih dahulu.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
Ancol Gratiskan Tiket Masuk 17 Agustus 2026, Begini Syarat dan Cara Reservasinya
Fun
5 Ide Lomba 17 Agustus yang Kreatif dan Seru, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah!
Ide lomba 17 Agustus 2026 ini sangat kreatif dan seru. Lomba ini bikin perayaan HUT ke-81 RI makin meriah.
Soffi Amira - Sabtu, 15 Agustus 2026
5 Ide Lomba 17 Agustus yang Kreatif dan Seru, Bikin Perayaan HUT ke-81 RI Makin Meriah!
Indonesia
Anjlok Penjualan Pernak-Pernik HUT RI
"Paling parah tahun sekarang penjualannya, kalau saat COVID lumayan. Tahun sekarang saja penjualan anjlok," kata pedagang bernama Darsono.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Anjlok Penjualan Pernak-Pernik HUT RI
Indonesia
1.147 Personel Dikerahkan Amankan HUT ke-81 RI, Ancaman Drone hingga Serangan Siber Diantisipasi
Sebanyak 1.147 personel disiapkan untuk mengamankan rangkaian HUT ke-81 RI di Istana Negara, termasuk upacara, Sidang DPR/MPR, dan Pesta Rakyat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
1.147 Personel Dikerahkan Amankan HUT ke-81 RI, Ancaman Drone hingga Serangan Siber Diantisipasi
Indonesia
Pengukuhan Paskibraka Dilakukan Pada 15 Agustus 2026 di Istana Kepresidenan
Para calon Paskibraka dijadwalkan bergeser ke Jakarta pada 11 Agustus. Selanjutnya, mereka menjalani rangkaian gladi yang meliputi gladi kader, gladi kotor, dan gladi bersih di Istana Merdeka.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Pengukuhan Paskibraka Dilakukan Pada 15 Agustus 2026 di Istana Kepresidenan
Indonesia
Menko Polkam Djamari Respon Video Aksi Demo di Jakarta, Minta Warga Tidak Terpengaruh
Djamari menyayangkan bahwa narasi dari video tersebut terkesan memancing masyarakat untuk menggelar aksi demo anarkis pada momen perayaan HUT ke-81 RI pada Agustus ini
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Menko Polkam Djamari Respon Video Aksi Demo di Jakarta, Minta Warga Tidak Terpengaruh
Indonesia
Kalender Agustus 2026 Lengkap Jadwal Long Weekend, Tanggal Merah dan Libur Nasional
Semarak perayaan HUT RI juga bisa bisa digunakan sebagai ajang kumpul keluarga sambil ikut lomba 17-an
Angga Yudha Pratama - Senin, 03 Agustus 2026
Kalender Agustus 2026 Lengkap Jadwal Long Weekend, Tanggal Merah dan Libur Nasional
Lifestyle
Kalender Jawa Agustus 2026 Lengkap Beserta Pasaran, Hijriah dan Tanggal Merah
Kalender Agustus 2026 lengkap dengan Kalender Jawa Agustus 2026, pasaran Jawa, tanggal Hijriah, libur nasional, tanggal merah, serta jadwal long weekend terbaru
ImanK - Sabtu, 01 Agustus 2026
Kalender Jawa Agustus 2026 Lengkap Beserta Pasaran, Hijriah dan Tanggal Merah
Lifestyle
Jam Berapa Penurunan Bendera 17 Agustus 2025? Ini Jadwal Resminya di Istana Merdeka
Setelah sukses menggelar Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pagi hari, rangkaian acara HUT ke-80 RI berlanjut dengan Upacara Penurunan Bendera di sore ini
ImanK - Minggu, 17 Agustus 2025
Jam Berapa Penurunan Bendera 17 Agustus 2025? Ini Jadwal Resminya di Istana Merdeka
Bagikan