Peran Drone untuk Manajemen Vegetasi Jalur Transmisi Listrik
Drone mempermudah manajemen vegetasi. (Foto: istimewa)
KASUS pemadaman listrik karena pohon tumbang cukup sering terjadi di Indonesia. Kondisi tersebut sebenarnya bisa diantisipasi dengan kegiatan manajemen vegetasi. Cuaca buruk memang tidak bisa dikendalikan oleh para pekerja perusahaan listrik, namun mengatur agar tidak ada pohon yang menimpa saluran listrik saat cuaca buruk sangat bisa dilakukan.
Manajemen vegetasi memang pasti dilakukan oleh para perusahaan listrik, namun beberapa metode pasti akan ada kelebihan maupun kekurangannya. Metode yang biasa dilakukan antara lain dengan cara manual, yakni mengirimkan personel untuk menyusuri jalur listrik yang sangat panjang dan terkadang berada di medan yang berat.
Baca Juga:
Cara lain yang biasa dilakukan ialah dengan melalui udara menggunakan helikopter. Para personel dapat ikut memantau menaiki helikopter menyusuri jalur sambil memperhatikan vegetasi sekitarnya. Namun harga sewanya tinggi dan butuh persiapan yang rumit, terlebih ada jarak terbang harus cukup jauh antara helikopter dan saluran listrik.
Untuk mengatasi masalah ini, ada teknologi drone yang melengkapi kedua cara tersebut. Drone dapat dengan mudah menyusuri jalur transmisi listrik, murah, cepat dan tetap akurat. Penggunaan drone yang mudah dapat diterjunkan langsung ke lapangan kapanpun para inspektur membutuhkan data terkini.
Baca Juga:
Biasanya jika akan masuk musim hujan, manajemen vegetasi gencar dilakukan agar memastikan tidak ada objek yang terus tumbuh seperti pohon berada dekat dengan jalur transmisi. "Jika terdapat vegetasi yang terlalu dengan jalur transmisi, tentunya hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan, potensi kebakaran dan yang paling fatal adalah pemadaman total (blackout)," ujar CEO Terra Drone Indonesia Michael Wishnu Wardana dalam berita pers yang diterima merahputih.com.
Penggunaan drone dalam vegetasi manajemen ini nantinya akan menghasilkan laporan yang mencakup berbagai informasi mengenai kondisi jalur transmisi listrik. "Contohnya seperti jarak konduktor ke tanah, jarak konduktor ke vegetasi/bangunan di sekitar, jarak tower ke tower, kondisi sagging kabel, kontur tanah/line profile, serta visualisasi tiga dimensi jalur transmisi tersebut.
Drone jenis fixed wing Quantum Trinity F90+ dipilih Terra Drone sebagai wahana untuk melakukan pekerjaan manajemen vegetasi. Drone ini memiliki keunggulan dibanding jenis multirotor dalam hal produktivitas pengambilan data, durasi terbang dalam sekali terbang, daya tahan baterai yang digunakan serta kemudahan dalam mengoperasikannya. (ikh)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Kamera OPPO Reno 15 Pro Max Jadi Andalan, Pakai Sensor 200 MP dan Ultra-wide 50 MP
Samsung Galaxy S26 Plus Muncul di Geekbench, Gunakan Chip Exynos 2600
Siri iOS 27: Si Chatbot Sakti Apple yang Bikin ChatGPT Kelihatan Jadul dan Kuno
Samsung Galaxy S26 Series Meluncur Februari 2026, ini Jadwal Lengkapnya
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Xiaomi Kids Watch Resmi Meluncur, Bisa Deteksi Mood Anak dengan Fitur Keamanan yang Enggak Main-Main
HP Gaming 'Monster' RedMagic 11 Air Siap Gebrak Pasar Global Pekan Depan, Spesifikasinya Bikin Merinding
Bocoran OPPO Find X9 Ultra, Bawa Teleconverter Baru dan Kamera Zoom 300mm
Redmi Note 15 Pro dan Note 15 Pro+ Siap Meluncur, Usung Kamera 200MP dan Baterai Jumbo
Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Siap Meluncur Global, Sudah Muncul di NBTC Thailand