MerahPutih.com - Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia meraih medali perak SEA Games 2023. Meski demikian, pencapaian ini dinilai sebagai modal bagus untuk bekal para pemain ke depannya.
Di SEA Games kali ini Tim Indonesia menurunkan para pemain muda terutama di sektor tunggal putri. Tunggal pertama Indonesia, Komang Ayu Cahya Dewi, baru berusia 20 tahun.
Baca Juga
Pertahankan Medali Perak di SEA Games 2023, Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia Sudah Berjuang Maksimal
Kemudian, ada Ester Nurumi Tri Wardoyo yang juga bermain di sektor tunggal. Dia bahkan baru berumur 17 tahun.
Tim Indonesia meraih medali perak kategori beregu putri setelah kalah 0-3 dari Thailand di Badminton Hall Morodok Techo, Phnom Penh, Kamboja, Kamis (11/5).
"Memang SEA Games ini menjadi salah satu uji coba buat pemain-pemain muda ini bermain di beregu. Kalau kita compare, bukan berarti kita beralasan, dari sisi ranking, prestasi, mereka memang lebih jauh di atas kita," kata pelatih Tim Bulu Tangkis Putri Indonesia, Eng Hian.
Baca Juga
SEA Games 2023: Tim Basket Putri Indonesia Belum Terbendung, Giliran Malaysia Dihajar
Menurut Eng Hian, tim Bulu Tangkis Indonesia memang seringkali menjadikan SEA Games sebagai ajang menberikan jam terbang kepada pemain muda.
"Inilah poinnya. Jadi kita bukan beralasan kita kalah, tetapi poin yang ingin kita capai adalah memberikan jam terbang, pengalaman lebih ke pemain-pemain muda kita bagaimana bermain beregu di multievent.”
Sementara itu, tunggal putri Indonesia, Ester Nurumi Tri Wardoyo yang menelan kekalahan di partai ketiga melawan Thailand memetik banyak pelajaran penting.
Dia menyebut kekalahan dari Supanida Katethong dengan skor 11-21, 12-21 akan dijadikan sebagai bahan evaluasi supaya bisa menjadi lebih baik lagi.
"Dari laga tadi saya harus lebih berani lawan mereka, yang lebih senior, dan juga mungkin variasinya lebih banyak lagi," ucap Ester. (*/Bolaskor)
Baca Juga