Merahputih.com - Pep Guardiola pasang badan membela Manchester City yang terjerat sanksi pelanggaran finansial Premier League usai dinyatakan bersalah atas kasus kontrak manipulatif.
Meski sudah mundur sebagai manajer akhir musim lalu, pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan komitmennya untuk berdiri di belakang klub, manajemen, dan para suporter. Langkah ini diambil untuk menjaga reputasi serta deretan gelar juara yang diraih Man City selama sedekad terakhir.
Baca juga:
Kiamat di Etihad? Segini Pengurangan Poin yang Bisa Bikin Manchester City Fix Degradasi
Keterikatan Guardiola dengan The Citizens tidak lantas terputus begitu saja setelah dirinya lepas jabatan. Sosok yang kini menjabat sebagai duta global City Football Group tersebut dijadwalkan hadir langsung di Etihad Stadium saat Manchester City menjamu Paris Saint-Germain pekan depan.
Kehadirannya di tribun penonton menjadi simbol dukungan moral terbuka di tengah gelombang tuduhan kecurangan finansial yang terus mengguncang internal klub.
Pernyataan Tegas Guardiola untuk Suporter Man City

Guna meredam simpang siur isu yang beredar luas, Guardiola memilih menyampaikan pesan langsung kepada publik melalui media sosial. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap seluruh jajaran direksi, staf pelatih, hingga para pemain.
Aku ingin setiap pendukung Manchester City di seluruh dunia tahu bahwa aku ada di sini, lebih dari sebelumnya. Aku selalu dan akan terus berada di belakang klubku, pemilik, pimpinan, Ferran, para pemain, staf, Enzo, dan kalian para suporter unik kami. Biar aku perjelas: kita akan melewati ini bersama-sama,
tulis Guardiola melalui akun Instagram pribadinya.
Sikap Percaya Diri di Tengah Tuduhan Pelanggaran Kontrak
Isu dugaan pelanggaran finansial ini sebenarnya sudah membayang-bayangi perjalanan karier Guardiola sejak beberapa tahun terakhir. Sebelum melakoni laga pamungkasnya sebagai manajer pada Mei lalu, ia sempat menyampaikan tingkat kepercayaannya terhadap manajemen klub.
"Aku percaya pada mereka. Aku sudah bicara dengan mereka dan percaya pada bagaimana mereka bertindak serta apa yang telah mereka lakukan. Apa yang terjadi, biarlah terjadi," ujar Guardiola.
Baca juga:
Babak Baru Kasus Manchester City: Akal-akalan Dana Sponsor dan Ancaman Hukuman UEFA yang Mengintai
Sebagian besar tuduhan kecurangan finansial dari Premier League memang mengacu pada rentang waktu sebelum Guardiola datang pada tahun 2016, dengan kasus awal dimulai pada musim 2009–2010. Kendati demikian, dominasi domestik Man City termasuk rekor 100 poin dan empat gelar juara beruntun, tetap tidak bisa dipisahkan dari skema investasi serta modal besar yang dikucurkan manajemen di balik layar.
Bagi Guardiola, memberikan dukungan publik secara terbuka menjadi krusial. Jika ia ragu atau berpaling saat situasi sulit ini, hal itu sama saja dengan mengakui adanya catatan hitam pada deretan trofi serta rekor sejarah yang berhasil ia ukir bersama Manchester City.