Penyapu, Jagoan Negeri Aing Bebersih Lingkungan

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 14 Agustus 2021
Penyapu, Jagoan Negeri Aing Bebersih Lingkungan

Tak hanya membersihkan dedaunan, Herman juga mengumpulkan sampah plastik untuk dijual. (Foto: MP/Felisitas Citra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TUMPUKAN dedaunan berwarna kuning kecoklatan terlihat di halaman dan jalan komplek. Terlebih di halaman rumah warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Tak terbayang jadinya jika tidak ada penyapu yang tak bekerja satu hari saja, lingkungan terlihat kotor oleh daun kering dan sampah lainnya.

Lelaki paru baya bernama, Herman, telah lima tahun belakangan mencari pendapatannya dengan menjalani profesi sebagai penyapu di sebuah komplek di bilangan Tangerang Selatan. Keterbatasan aktivitas yang dapat dilakukan beberapa warga yang sedang isoman membuat dirinya selalu menyempatkan waktunya untuk membersihkan lebih lama.

Baca Juga:

Pemburu Anti Hoaks, Jagoan Negeri Aing di Tengah Kepalsuan Informasi

jagoan
Herman, tukang sapu komplek bantu warga yang sedang isoman dengan membersihkan pekarangan rumah. (Foto: MP/Felisitas Citra)

Herman sudah menggerakan tangan dan kakinya dari pukul tujuh hingga sembilan pagi. Hanya dengan mengandalkan sapu ijuk yang diayunkannya untuk menyapu dedaunan kering di jalan-jalan komplek. Jika dia melihat stiker yang menandakan pemilik rumah tersebut sedang isoman, Herman akan berusaha memanggil pemilik rumah untuk menanyakan apakah ada sesuatu yang bisa dibersihkan.

“Terkadang ada yang minta untuk pohon mangganya ditebang karena sudah terlalu lebat atau juga rumput-rumput yang sudah panjang,” jelas Herman.

Untuk mencegah kontak dengan pemilik rumah yang telah terkonfirmasi positif, Herman memperbolehkan pemilik rumah keluar setelah dirinya selesai melakukan pekerjaannya.

Tak selalu berurusan dengan sampah, Herman juga terkadang diminta untuk membersihkan kandang hewan maupun membetulkan sesuatu yang rusak. “Apa saja sih saya lakukan, lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,” lanjutnya.

Meskipun dia mengerjakan pembersihan rumah penuh dedikasi, bukan berarti Herman tak pernah punya pengalaman tak mengenakan.Dia pernah dituduh mencuri barang dari rumah salah satu warga di komplek tersebut. “Waktu itu saya sempat dituduh mencuri barang, padahal saya baru lewat depan rumahnya,” ungkap Herman.

Untungnya karena Herman telah dipercaya oleh beberapa warga di komplek itu, tuduhan tersebut akhirnya telah terselesaikan. “Padahal kan tidak semua pemulung seperti saya itu jahat kan. Kalau saya sih memang mau bekerja jadi tidak berani macam-macam,” lanjutnya.

Baca Juga:

Pandemi Tak Surutkan Perjuangan YKAI Dampingi Anak Penyintas Kanker

jagoan
Mulai pukul tujuh pagi Herman mulai menyapu jalanan komplek. (Foto: MP/Felisitas Citra)

Bukan kali ini saja Herman mendapatkan stigma buruk dari warga. Namun Herman paham betul, bahwa stigma tentang pekerjaannya ini masih belum dapat dihilangkan dari benak masyarakat.

Beberapa warga komplek kerap memberikan Herman makanan maupun baju bekas layak pakai yang dapat digunakan Herman. Tak hanya itu, beberapa warga juga terlihat memberikan kantung besar berisikan kemasan plastik kepada Herman untuk membantunya mendapatkan tambahan uang. Kepedulian dan kepercayaan yang telah didapatkannya dari warga, membuatnya terkadang memaksakan diri untuk tetap bekerja walaupun sakit. Dia merasa bahwa kehadirannya sangat berarti dan begitu diandalkan warga.

Sebulannya, Herman mendapatkan upah sebesar Rp 700 ribu dari pengurus komplek. Sementara jika warga lain memerlukan bantuannya, Herman tak mematok harga, seluruhnya dia serahkanpada pemberi kerja. Disela-sela kerjanya dia mengumpulkan sampah plastik atau rongsokan lain dan dijual ke pengepul. Dari memulung sampah plastik ini dia mendapatkan tambahan rezeki Rp350 ribu hingga Rp450 ribu dalam satu bulan.

Hasil jerih payahnya berjibaku dengan tumpukan dedaunan dan sampah plastik bisa membuat resepsi kecil pernikahan anak perempuannya. “Kemarin sempat tidak nyapu dulu sekitar tiga hari karena anak menikah, kemarin waktu masuk lagi dicariin sama warga,” ucapnya.

Isti, salah satu warga komplek yang menaruh kepercayaan pada Herman, kerap kali meminta bantuannya. Dia memberikan pekerjaan membersihkan pekarangan rumahnya, membersihkan gudang hingga membetulkan genteng yang bocor.

“Bapak (Herman) kalau bekerja bersih dan jujur juga. Selama ini sih tidak pernah ada barang yang hilang,” tegas Isti. (cit)

Baca juga:

Petugas Ambulans Jagoan Negeri Aing, Sudah Jatuh Tertimpa Pandemi Masih Dilempari Batu

#Agustus Jagoan Negeri Aing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Bagikan