Penumpang MRT enggak Tertib, Tanda Revolusi Mental Penting Banget

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 25 Maret 2019
Penumpang MRT enggak Tertib, Tanda Revolusi Mental Penting Banget

MRT merupakan fasilitas umum, jadi harus digunakan sebaik mungkin. (foto: instagram @hilmisyafiq92)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PENGOPERASIAN moda raya transportasi (MRT) membawa euforia tersendiri bagi warga Jakarta. Sebelum diresmikan Presiden Jokowi, Minggu (24/3), MRT sudah diujicobakan untuk umum. Bahkan uji coba itu tanpa berbayar alias gratis.

Sayangnya, euforia itu enggak diikuti perilaku positif para pengguna MRT. Seperti terlihat di unggahan Instagram @infojkt, banyak warga yang enggak tertib dalam memanfaatkan fasilitas transportasi terbaru ini. Akibat ulah tak tertib itu, penumpang lain jadi merasa enggak nyaman.

Padahal nih, saat menggunakan transportasi publik, termasuk MRT, ada aturan-aturan yang mesti kamu taati lo. "MRT ini kan dibuat dengan biaya mahal, masyarakat harusnya ikutan menjaga dong. Seperti meminjam barang ke teman," ujar Yuliana F Hartanto, pakar grooming Indonesia.

penumpang MRT
Perilaku enggak tertib penumpang MRT mencerminkan moral yang masih rendah. (foto: Instagram @infojkt)

Menurut perempuan yang akrab disapa Yulie itu, dalam ilmu grooming, menaati peraturan merupakan hal yang mendasar. Ia pun mengibaratkan MRT seperti barang tetangga yang kamu pinjam sehigga sudah seharusnya dijaga dan dirawat dengan baik. Saat ditanya tentang komentar warganet yang menyebut penumpang yang enggak tertib ialah orang miskin yang menjadikan hiburan, Yulie mengatakan hal itu juga enggak bisa dijadikan alasan. "Apa pun kondisi ekonominya, etika sopan ini kan umum ya. Saya rasa, mereka bukan sengaja. Mereka cuma berbuat apa yang menurut mereka oke saja," ujarnya.

Lebih jauh, perempuan yang menjadi pengasuh acara Provocative Mindset di Metrotv ini mengatakan bahwa etika berkendaraan umum seharusnya sudah ditanamkan di kepala semua orang. "Manusia kan ciptaan Tuhan yang lebih tinggi daripada binatang. Kalau binatang seperti anjing atau monyet saja bisa dilatih, masak manusia enggak bisa? Kan kecerdasan manusia lebih tinggi daripada binatang," ujarnya gemas.

Membiasakan diri untuk tertib menaati peraturan, menurut Yulie, merupakan penanda kualitas seseorang. "Ini penting lo untuk menjadikan manusia Indonesia lebih baik. Manusia yang berkualitas baik akan mengetahui aturan yang benar lalu menaatinya. Jika enggak demikian, turun dong derajat manusia," gugatnya.

yuliana F hartono
Yuliana F Hartanto. (foto: istimewa)

Untuk itu, Yulie menyarankan adanya pembelajaran etika dan nilai moral. Orang Indonesia yang dikenal santun seharusnya enggak berlaku melanggar aturan. ia pun menyoroti pentingnya peran orangtua dalam internalisasi nilai moral dan etika. "Orangtuanya harus tahu etika dan nilai moral dulu biar anak juga mengikuti," sarannya.

Selain itu, ia juga mengajak warga Indonesia untuk berhenti berlaku enggak tertib. "Indonesia ini kan mau masuk era maju. Manusianya juga harus maju dong," ujarnya. Ia menyebut pemerintah seharusnya lebih gencar dan beraksi nyata untuk menjalankan gerakan revolusi mental.

Sementara itu, untuk mengatur perilaku penumpang, ketegasan petugas amat diperlukan. "Bila perlu, yang enggak tertib dimasukkan ke daftar hitam. Bukannya kejam lo ya, ini namanya penerapan disiplin," saran perempuan yang dikenal sebagai Guru Grooming Indonesia ini.

Nah, buat kamu para milennials, Guru Grooming Indonesia menyarankan kamu untuk selalu berbuat baik dan benar. Tak lupa, ia mengingatkan untuk bersyukur atas fasilitas transportasi umum yang tersedia. "Bentuk syukur ini bisa dengan menggunakan fasilitas umum sebaik mungkin. Karena kan orang lain juga pakai. Jadi semuanya harus bersih, bagus, dan aman," jelasnya.(dwi)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan