Pentingnya Rutin Periksa Gula Darah, Ampuh Cegah dan Obati Diabetes

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 31 Mei 2024
Pentingnya Rutin Periksa Gula Darah, Ampuh Cegah dan Obati Diabetes

Gula darah perlu diperiksa secara rutin. (Foto: Unsplash/Kate)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kadar gula darah tidak boleh disepelekan. Kamu harus rutin memeriksa gula darah untuk memastikan tubuh kamu sehat. Rutin cek gula darah dapat membantu kamu untuk mencegah dan mengobati diabetes.

Laman resmi Kemenkes menyebutkan bahwa penderita diabetes di Indonesia pada 2030 bisa mencapai lebih dari 30 juta orang. Sedangkan secara global, penderita diabetes bisa mencapai 422 juta orang. Jumlah ini empat kali lebih banyak dibandingkan 30 tahun lalu

Diabetes terjadi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Insulin adalah hormon yang diproduksi pankreas. Insulin bertanggung jawab untuk mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh sehingga kondisinya tetap dalam kondisi seimbang.

Rutin memeriksa gula darah dapat membantu mengevaluasi tubuh untuk menentukan metode pengobatan tepat apabila seseorang terkena diabetes. Hal ini juga dapat membantu memonitor efek obat antidiabetes pada kadar glukosa.

Baca juga:

Jangan Lengah Kontrol Gula Darah

Selain itu, pemeriksaan gula darah secara rutin dapat bermanfaat untuk meminimalisir adanya komplikasi serius pada tubuh. Mengetahui kadar gula darah juga dapat mengatur mekanisme program diet, mulai dari menu makanan hingga jenis olahraga diperlukan.

Jenis tes gula darah variatif, seperti tes hemoglobin A1c (HbA1c) yang dilakukan untuk mengetahui rata-rata kadar gula darah dalam 2–3 bulan terakhir. Tes dilakukan dengan cara mengukur persentase gula darah pada hemoglobin (Hb).

Kemudian ada tes gula darah post prandial guna melihat kemampuan tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan kerja hormon insulin.

Terakhir, tes gula darah sewaktu. Tes ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah penderita diabetes menggunakan glucometer.

Baca juga:

Tingkat Gula Darah Bisa Dikurangi Lewat Terapi Cahaya

Jika tubuh mengalami peningkatan kadar glukosa dalam darah maka itu salah satu gejala umum munculnya diabetes mellitus. Penyakit akut ini jika dibiarkan dapat menyebabkan berbagai komplikasi baik akut maupun kronis. (ayu)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan