Penjualan Ritel Mobil Meningkat, Ekonomi Disebut Belum Stabil

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 Juli 2025
Penjualan Ritel Mobil Meningkat, Ekonomi Disebut Belum Stabil

Mobil hybrid BAIC BJ40 Plus. (foto: MerahPutih.com/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penjualan kendaraan bermotor di segmen ritel (dari diler ke konsumen) mulai mnggeliat. Peningkatan yang terjadi pada Juni masih sangat tipis, yakni 0,6 persen atau mencapai 61.647 unit dibandingkan dengan periode Mei 2025 yang lalu yang hanya mencapai 61.307 unit.

Namun, peningkatan ini belum bisa dijadikan patokan terkait stabilitas perekonomian tanah air dalam kondisi yang aman.

"Jadi, meskipun ada elemen positif, kenaikan ini belum cukup kuat untuk menyimpulkan pemulihan ekonomi secara keseluruhan tanpa didukung data makroekonomi lain," kata Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu dikutip Antara.

Ia memaparkan, terjadinya pertumbuhan yang cukup baik di segmen ritel, harus dilihat juga segmen lain seperti whole sale (dari pabrik ke diler), sampai dengan jumlah ekspor yang dimiliki oleh dari gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo).

Baca juga:

Penyebab Banyak Ritel Modern Gulung Tikar, Pemerintah Salahkan Perubahan Pola Konsumsi

"Penjualan mobil secara ritel memang mengalami kenaikan tipis pada Juni 2025 Tetapi, kenaikan ini bersifat sangat marginal dan kontras dengan penurunan pada wholesalesnya yang turun 4,7 persen pada periode yang sama, serta penurunan signifikan secara tahunan hingga 22 persen dibandingkan Juni 2024,” ujar dia.

Sepanjang Juni 2025, Toyota masih menjadi yang paling laris di industri otomotif tanah air, dengan membukukan penjualan sebanyak 19.824 unit meski turun sebanyak 337 unit dari bulan sebelumnya yang berhasil mencapai angka penjualan 20.161 unit .

Bertengger diposisi sebelumnya adalah Daihatsu. Dalam catatan Gaikindo, Daihatsu berhasil menjual sebanyak 10.001 unit dalam periode tersebut. Sementara posisi ketiga, datang dari Honda Prospect Motor yang berhasil menjual sebanyak 5.238 unit.

Posisi keempat penjualan terbanyak selama Juni datang dari Mitsubishi motor yang berhasil menjual kendaraannya sebanyak 5.505 unit. posisi kelima diisi oleh Suzuki yang berhasil mengirimkan kendaraan ke konsumen sebanyak 4.570 unit.

Pemain kendaraan listrik asal China, yakni BYD yang berhasil mendistribusikan kendaraan sebanyak 2.172 unit. Kendaraan niaga Mitsubishi Fuso pada Juni tercatat sebanyak 2.121 unit.

Hyundai pada Juni 2025 berhasil mendistribusikan sebanyak 1.721 unit dan Isuzu pada Juni berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 2.196 unit.

Sementara posisi 10 besar penjualan terbanyak diduduki oleh Hino yang berhasil menjual kendaraannya sebanyak 1.402 unit. (*)

#Bisnis Kendaraan #Kenaikan Jumlah Kendaraan #Gaikindo
Bagikan

Berita Terkait

Fun
Tiketnya Gratis! Begini Cara Registrasi dan Masuk ke GIICOMVEC 2026
GIICOMVEC 2026 digelar pada 8-11 April 2026. Memasuki hari ketiga, berikut ini adalah panduan lengkap registrasi hingga masuk ke pameran.
Soffi Amira - Jumat, 10 April 2026
Tiketnya Gratis! Begini Cara Registrasi dan Masuk ke GIICOMVEC 2026
Indonesia
GIICOMVEC 2026 Diharap Perkuat Struktur Industri Hingga Kembangkan Teknologi Kendaraan Komersial
GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai ajang untuk menjelajahi solusi kendaraan komersial terkini dan peluang bisnis dalam satu tempat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
GIICOMVEC 2026 Diharap Perkuat Struktur Industri Hingga Kembangkan Teknologi Kendaraan Komersial
Indonesia
Demo Area GIICOMVEC 2026 Ajak Pengunjung Siksa Performa Kendaraan Komersial
Penyelenggara menyediakan fasilitas interaktif berupa Demo Area yang menempati area parkir outdoor Hall B3
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 April 2026
Demo Area GIICOMVEC 2026 Ajak Pengunjung Siksa Performa Kendaraan Komersial
Indonesia
GIICOMVEC 2026 Siap Gebrak JIExpo Kemayoran, Pamerkan Kekuatan Kendaraan Niaga Standar Global
Ketua Umum Gaikindo, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa ajang ini merupakan cerminan lompatan besar industri otomotif dalam negeri
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 April 2026
GIICOMVEC 2026 Siap Gebrak JIExpo Kemayoran, Pamerkan Kekuatan Kendaraan Niaga Standar Global
Indonesia
DPR Ingatkan Dampak Ekonomi Hilang Jika Pemerintah Nekat Impor Pikap Operasional Kopdes
Dengan memilih produk lokal, pemerintah secara otomatis mendukung penyerapan tenaga kerja dan memastikan ketersediaan suku cadang hingga ke pelosok daerah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 26 Februari 2026
DPR Ingatkan Dampak Ekonomi Hilang Jika Pemerintah Nekat Impor Pikap Operasional Kopdes
Indonesia
Pemerintah Kena 'Semprot' DPR Usai Impor Ribuan Kendaran dari India Saat Penjualan Mobil Domestik Anjlok 7 Persen
Kapasitas produksi nasional masih mumpuni untuk memenuhi kebutuhan kendaraan niaga
Angga Yudha Pratama - Selasa, 24 Februari 2026
Pemerintah Kena 'Semprot' DPR Usai Impor Ribuan Kendaran dari India Saat Penjualan Mobil Domestik Anjlok 7 Persen
Indonesia
Kopdes Merah Putih Bakal Beli 105 Ribu Pickup dari India, Ini Pandangan Menperin Agus
Jika keperluan sebanyak 70 ribu armada pick-up dihasilkan dari dalam negeri maka akan memberikan dampak positif ekonomi (backward linkage) sebesar kurang lebih Rp 27 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 21 Februari 2026
Kopdes Merah Putih Bakal Beli 105 Ribu Pickup dari India, Ini Pandangan Menperin Agus
Indonesia
Gaikindo Tegaskan Siap Penuhi Kebutuhan Mobil Komersial, Tolak Impor dari India
Pengoptimalan kapasitas produksi lokal dianggap sebagai solusi jitu untuk menghindari gelombang pengurangan tenaga kerja (PHK)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 20 Februari 2026
Gaikindo Tegaskan Siap Penuhi Kebutuhan Mobil Komersial, Tolak Impor dari India
Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Terkait usulan lanjutan dari Kementerian Perindustrian, Airlangga menyebut pembahasan masih difokuskan pada kajian yang lebih mendasar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Belum Putuskan Insentif Bagi Industri Otomotif, Fokus Kembangkan Mobil Nasional
Lifestyle
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
2026 jadi tahun konsolidasi berat bagi pemain impor
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Desember 2025
Tsunami Kendaraan Listrik 2025 Segera Usai, Pakar ITB Ramal Bakal Terjadi 'Kiamat Kecil' Buat EV Impor
Bagikan