Penilaian MSCI Bakal Bikin Pasar Obligasi Tertekan, Imbal Hasil Bakal Naik

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam, 22 menit lalu
Penilaian MSCI Bakal Bikin Pasar Obligasi Tertekan, Imbal Hasil Bakal Naik

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/sgd

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 15 Oktober 2026 memulai konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Usulan tersebut muncul di tengah kekhawatiran terhadap transparansi kepemilikan saham, kualitas free float, serta dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi. Keputusan akhir dijadwalkan paling lambat pada akhir Juni 2027. Namun, pengumuman ini membuat saham anjlok.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) berpotensi menekan pasar obligasi melalui perubahan sentimen dan arus modal asing.

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Jessica Tasijawa mengatakan tekanan di pasar saham dapat meluas ke pasar surat berharga negara (SBN) apabila investor global mengurangi eksposur terhadap aset keuangan Indonesia.

Baca juga:

IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI

Perubahan sentimen tersebut juga berpotensi menekan nilai tukar rupiah. Investor asing yang melepas aset domestik dapat mengonversi dana hasil penjualan ke valuta asing sehingga menambah tekanan terhadap rupiah.

Tekanan terhadap rupiah selanjutnya dapat membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia. Kondisi ini berpotensi menahan penurunan imbal hasil (yield) SBN meskipun pasar global membaik.

Imbal hasil atau yield SBN tenor 10 tahun sempat mencapai 7,33 persen pada pembukaan perdagangan. Ia menilai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di tengah penurunan imbal hasil US Treasury menunjukkan adanya tekanan tambahan dari faktor domestik.

Kenaikan yield SBN tenor 10 tahun ke 7,24 persen ketika yield US Treasury turun sebelumnya juga mengindikasikan adanya tekanan domestik tambahan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah risiko nilai tukar. Jika sentimen MSCI memburuk dan mendorong investor mengurangi kepemilikan aset domestik, konversi dana ke valuta asing dapat menambah tekanan terhadap rupiah,

jelas Jessica.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto menilai perubahan klasifikasi tersebut dapat membawa konsekuensi jangka panjang bagi pasar modal domestik, termasuk terhadap posisi Indonesia dalam indeks saham global dan akses ke investor institusional internasional.

Jika Indonesia dikeluarkan dari indeks pasar berkembang yang menjadi acuan berbagai produk investasi global, tekanan jual berpotensi muncul dari investor pasif yang mengikuti indeks tersebut. Investor institusional aktif juga dapat menyesuaikan alokasi investasinya.

Risikonya bukan hanya berapa besar dana asing yang berpotensi keluar. Dalam jangka lebih panjang, perubahan klasifikasi ini dapat mempersempit basis investor institusional, mengurangi likuiditas pasar, dan meningkatkan premi risiko yang diminta investor untuk berinvestasi di saham Indonesia. Dengan kata lain, dampaknya bisa lebih luas daripada tekanan jual yang kita lihat saat ini,

jelas Rully.
#Harga Saham #Indeks Saham #Obligasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Penilaian MSCI Bakal Bikin Pasar Obligasi Tertekan, Imbal Hasil Bakal Naik
Menilai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) berpotensi menekan pasar obligasi melalui perubahan sentimen dan arus modal asing.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 22 menit lalu
Penilaian MSCI Bakal Bikin Pasar Obligasi Tertekan, Imbal Hasil Bakal Naik
Indonesia
IPO PAM JAYA dan Bank Jakarta Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final
Adapun rencana IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong pengembangan kedua perusahaan daerah tersebut melalui pasar modal.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 51 menit lalu
IPO PAM JAYA dan Bank Jakarta Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final
Indonesia
IHSG Kembali Melemah, Langsung Turun 4,31 Persen di Pembukaan Pagi
MSCI telah memberi tenggat waktu bagi Indonesia hingga 20 Juni 2027 untuk membuktikan bahwa reformasi pasar modal benar-benar mengejawantah secara nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
IHSG Kembali Melemah, Langsung Turun 4,31 Persen di Pembukaan Pagi
Indonesia
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 pada Jumat 16 Oktober 2026. Duit asing Rp 2,9 Triliun melayang usai MSCI kaji ulang status Emerging Market Indonesia!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini 15 Oktober 2026? Cari tahu penyebab IHSG turun tajam dan cek analisis saham perbankan (BBCA, BBRI) yang jadi incaran asing!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Indonesia
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Penasaran dengan arti Standalone Market dan alasan mengejutkan mengapa MSCI menyoroti pasar modal Indonesia? Cek dampak turun kasta dari Emerging Market di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Bagikan