Teknologi

Pengusaha Indonesia Produknya Terbatas, Ini yang Bikin Kalah!

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 18 Oktober 2018
Pengusaha Indonesia Produknya Terbatas, Ini yang Bikin Kalah!

Kualitas produk Indonesia sudah baik hanya kuantitasnya yang belum cukup. (Foto: Pexels/Terje Sollie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PELUANG pasar global selalu terbuka bagi semua pelaku usaha di Indonesia. Untuk dapat bersaing di ranah internasional, para pengusaha harus kreatif dan inovatif. Kedua hal tersebut sudah dimiliki oleh pebisnis di Indonesia. Sayangnya, keberhasilan pengusaha Indonesia masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan negara lain. Lantas apa yang membuat hal tersebut terjadi?

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin menuturkan hal tersebut terjadi karena para pedagang UMKM memproduksi produknya secara terbatas. Mereka tak mampu memenuhi kebutuhan konsumen dunia.

pakaian
Pengusaha di Indonesia tidak mampu memenuhi kuantitas pasar dunia. (Foto: Pexels/Ylanite Koppens)

“Ketika Jack Ma ke Indonesia dan tertarik pada produk kita. Dia meminta stoknya harus mencapai 1.000.000 produk. Pengusaha kita tak siap dengan hal tersebut,” ujarnya saat ditemui di acara e2eCommerce, Rabu (17/10). Hanya industri berskala makro yang bisa memenuhi permintaan Jack Ma tersebut.

“Misalnya kopi. Akhirnya para trader besar seperti Kopi Kapal Api atau Torabika yang bisa masuk ke pasar global. Sementara pedagang kecilnya tidak mampu. Itu kan sulit!” tuturnya. Menurut Rudi, hasil produksi Indonesia memiliki kualitas yang bagus namun tak bisa memenuhi kuantitas. Ia pun menyayangkan hal tersebut.

rudi salahuddin
Mohammad Rudy Salahuddin, mendorong pengusaha lebih memperhatikan kuantitas. (Foto: MP/Dickie Prasetia)

Dirinya merekomendasikan para pengusaha Indonesia untuk berani memproduksi produknya secara besar-besaran guna memenuhi kebutuhan konsumen berskala global. Selain itu, ia berharap para pengusaha Indonesia dengan bidang usaha yang sejenis untuk membuat cluster.

“Pengusaha harus membuat cluster-cluster seperti contohnya Batik Pekalongan atau Pengusaha Kulit Cibaduyut untuk memudahkan pemerintah melakukan intervensi langsung,” ucapnya. (avia)

#Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Fashion
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Merek apparel olahraga raksasa asal Jerman ini menilai desain tersebut ‘mirip secara menyesatkan’ dengan logo khas mereka, the three stripes.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Perkara Desain Logo Mirip, Adidas Gugat Merek Australia White Fox
Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Bagikan