MerahPutih, Politik-Presiden Joko Widodo didesak segera melakukan reshuffle kabinetnya. Keputusan ini diperlukan demi memuluskan visi dan misi Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK).
Menurut Direktur Eksekutif Populi Center, Nico Harjanto, Presiden Jokowi memilih beberapa menteri yang tidak kompeten di bidangnya. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyak laporan bahwa kinerja menteri Presiden Jokowi kurang bagus.
"Ada yang belum bisa apa-apa sudah jadi menteri. Akhirnya kan tidak bagus," ujar Nico dalam dialog Perspektif Indonesia bertajuk "Menteri Politisi dan Bukan; Bagus Mana?" di Gado-gado Boplo, Jalan Gereja Theresia, Menteng, Jakpus, Sabtu (27/6).
Nico enggan menyebut satu nama, namun ia memberi sinyal menteri yang dimaksud berada di bawah naungan Menteri Koordinator Perekonomian. "Bisa karena masalah kurang koordinasi, kewenangan, atau lainnya. Tapi secara umum memang menteri itu tidak pas, belum mampu, dan belum saatnya (jadi menteri)," katanya menambahkan.
Oleh karens itu, Presiden Jokowi didesak segera mereshuffle menterinya yang memiliki kinerja buruk. Tapi, ia mengingatkan posisi menteri jangan sampai jadi kesempatan bagi-bagi kursi di antara partai politik. Nico menyarankan presiden menetapkan kualifikasi yang dibutuhkan untuk mengisi posisi menteri tersebut. "Jangan sampai posisi menteri ekonomi yang direshuffle nanti diisi oleh para politisi," tukasnya.
Sementara itu mantan Sekretaris Menteri BUMN, Said Didu menyarankan Presiden Jokowi jangan terlalu lama membuat keputusan reshuffle. "Kalau mau reshuffle jangan lebih dari dua tahun. Saat kepemimpinan SBY kelamaan, dua tahun baru diganti," tegas Said.
Said menambahkan, gaya komunikasi Presiden Jokowi dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono berbeda. Pada kepemimpinan Jokowi, lanjut Said, perintah disampaikan sepotong-sepotong sedangkan SBY memberikan uraian secara terstruktur. Oleh karena itu, menurut Said Presiden Jokowi membutuhkan pembantu-pembantu yang kompeten.
"Butuh pembantu yang bisa buat program sistem terukur. Sehingga Pasar bisa mengatakan 'ohh betul dan ini dunia juga mengatakan oh betul'. Kalau sekarangkan 'Lho kok dia? Kok bisa dia?'" tandasnya.
Seperti diberitakan merahputih.com sebelumnya, setelah Presiden Jokowi ngamuk di Pelabuhan Tanjung Priok, dirinya mengisyaratkan akan segera melakukan pergantian (reshuffle) terhadap menteri-menteri yang tidak becus bekerja. Jajaran menteri tersebut di antaranya, Menteri Koordinator Maritim, Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said.(Rfd)
Baca Juga:
Demo Buruh: Rezim Jokowi-JK Boneka Megawati!