Pengamanan Misa Natal di Katedral Libatkan Brimob dan Penjinak Bom
Kepolisian mengecek langsung protokol kesehatan di Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Foto: MP/Kanu
MerahPutih.com - Polisi memastikan tetap menurunkan pengamanan khusus saat perayaan Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, meskipun tengah dalam suasana pandemi COVID-19.
Kapolsek Sawah Besar, Kompol Eliantoro Jalmaf menuturkan, tak ada yang berbeda dengan perayaan Natal sebelumnya di mana ada gabungan dari TNI, Brimob, Penjinak Bom (Jibom), Sabhara, dan Lantas.
Baca Juga
Perayaan Natal, 16 Gereja di Solo Jadi Prioritas Pengamanan Polisi
"Jumlah personel tetap sama. Sekitar 60an orang," kata Eliantoro kepada MerahPutih.com di Jakarta, Selasa (22/12).
Ia mengakui, protokol kesehatan di Katedral termasuk bagus. "Untuk protokol kesehatan di Katedral sudah bagus. Jemaah cuman 300 dan 400 san terdaftar barcode. Gereja lain sebagai online," jelas Eliantoro.
Ia menuturkan, pihaknya juga fokus melakukan pengawasan protokol kesehatan. Seperti pengawasan masker dan membubarkan jika terjadi ada kerumunan.
"Sudah sosialiasi pihak kecematan dan tidak ada keramaian," jelas Eliantoro.
Ia pub berharap warga tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Termasuk mentaati protokol kesehatan. "Kita ciptakan rasa aman dan kenamanan bersama," terang Eliantoro.
Sekjen Keuskupan Agung Jakarta, Romo Vincentius Adi Prasojo mengumumkan, gereja Katolik mengadakan berbagai penyesuaian penyelenggaraan Misa Natal di masa pandemi ini.
Menurut Romo Adi, gereja memperhatikan surat edaran Kementerian Agama, Satgas Penanganan COVID-19 dan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta terkait penyelenggaraan ibadah Natal.
Salah satu penyesuaian yang dilakukan Keusukupan Agung Jakarta adalah Katedral Jakarta menyederhanakan proses dan mengurangi waktu pelaksanaan ibadah dari dua jam menjadi satu jam.
Mereka juga mengurangi jumlah umat yang diizinkan untuk hadir secara langsung di gereja, yaitu hanya 20 persen dari kapasitas. Umat yang ingin mengikuti misa Natal di gereja Katedral harus melakukan pendaftaran secara online terlebih dahulu.
Romo Adi juga meminta umat Katolik untuk merayakan Natal tahun ini dengan suasana hening dan sederhana.
Dia menganjurkan umat Katolik untuk tidak berpergian atau mudik menjelang libur Natal dan Tahun Baru di tengah meningkatnya kasus COVID-19.
"Menganjurkan jemaat untuk tidak berpergian, tidak mudik, tetap di rumah, silahturahmi Natal di antara keluarga. Tetap di rumah, kalau perlu online saja," kata Romo Adi. (Knu)
Baca Juga
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Angkutan Kota di Bandung Tidak Beroperasi Saat Pergantian Tahun, Sopir Dapat Kompensasi
31 Rumah Sakit Umum Daerah Jakarta Diperintah Siaga Saat Pergantian Tahun
10.117.847 Orang Telah Bepergian Menggunakan Angkutan Umum Buat Liburan Nataru
Lirik Nama-Mu Kudus Tuhan, Sebuah Lagu Natal Menampilkan Perpaduan Kuat Dari Karakter Vokal Berbeda
Meriahkan Natal 2025 Ornamen Tematik Hiasi Trotoar Sudirman Jakarta
99,4 Persen Kapasitas Kereta Jarak Jauh Sudah Terbeli Penumpang Nataru
TMII Targetkan 430 Ribu Pengunjung, Beri Lapak Khusus Bagi UMKM
10 Kereta Jarak Jauh Paling Diminati Pemudik Nataru 2026
Lagu Legendaris Feliz Navidad Yang Dirilis 1970 Selalu Menemani Saat Perayaan Natal
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB