Peneliti Kembangkan Jam Tangan Pintar Pemantau Kesehatan lewat Keringat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juli 2024
Peneliti Kembangkan Jam Tangan Pintar Pemantau Kesehatan lewat Keringat

Jam tangan pemantau kesehatan lewat keringat. (Foto: Xinhua)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bukan hanya lewat detak jantung, jam tangan pintar mungkin dapat memantau kesehatan penggunanya lewat keringat di masa depan.

Tim ilmuwan dari Hefei Institutes of Physical Science (HIPS) di bawah naungan Chinese Academy of Sciences, tengah merancang sebuah jam tangan yang dapat mengukur kadar kimia esensial dalam keringat tubuh. Temuan jam tangan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ACS Nano.

Keringat yang mengandung elektrolit, terutama kalium, natrium, dan kalsium. Keseimbangan mineral-mineral esensial itu sangat penting untuk mendukung fungsi otot, kesehatan saraf, dan detak jantung yang teratur, ujar lektor kepala di HIPS yang juga merupakan salah satu penulis penelitian tersebut, Yang Meng.

"Kehilangan kadar kalium yang berlebihan saat berkeringat, misalnya, dapat berdampak pada fungsi jantung dan aktivitas neuromuskular. Demikian pula, berkurangnya kadar ion natrium dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, pusing, dan kram otot," kata Yang, seraya menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan kadar elektrolit.

Baca juga:

Amazfit T-Rex Ultra, Jam Tangan Pintar Tangguh bagi Petualang

Jam tangan yang dirancang oleh tim Yang mengumpulkan keringat dari kulit dan menganalisisnya secara aktual menggunakan sebuah cip sensor dengan membran yang sensitif terhadap ion.

Tujuan tim peneliti selanjutnya adalah merancang berbagai bahan membran sensitif untuk memantau lebih banyak informasi fisiologis, seperti ion glukosa dan klorida. Keringat yang masuk ke dalam perangkat itu akan bersentuhan dengan membran yang berisi tiga tubulus yang masing-masing mampu mengukur kadar natrium, kalium, dan kalsium.

Meski mereka bukan orang pertama yang menemukan sensor keringat, tim peneliti China menekankan pada antarmuka jam tangan yang solid untuk keandalan jangka panjang.

"Perangkat ini melampaui stabilitas banyak sensor lainnya dengan secara konsisten memantau tiga ion dalam keringat manusia selama lebih dari enam bulan," sebut kepala peneliti Huang Xingjiu dari Institute of Solid State Physics di bawah HIPS.

Baca juga:

NASA Daur Ulang 98 Persen Urin dan Keringat Astronot di Ruang Angkasa

Mengingat atlet ketahanan menggunakan minuman elektrolit untuk mengatasi hilangnya energi dan mengisinya kembali, para peneliti dalam penelitian tersebut mengukur komposisi unsur-unsur kimia itu dalam keringat atlet yang berlari jarak jauh di atas treadmill.

Akurasi pengukuran perangkat tersebut mencapai kurang lebih 95 persen jika dibandingkan dengan metode pendeteksian standar.

"Bila ada gangguan elektrolit, perangkat itu akan mengingatkan pengguna untuk segera menambahkan kadarnya. Tujuan pengembangan perangkat ini adalah untuk memberikan peringatan akan hilangnya elektrolit dan mengurangi risiko cedera terkait olahraga," ungkap salah seorang penulis pertama penelitian tersebut, Cai Xin.

Bagi masyarakat umum, tes elektrolit konvensional memerlukan sampel cairan tubuh yang diambil di rumah sakit. Jam tangan baru itu berpotensi menjadi alternatif pengganti jarum untuk mengukur kadar elektrolit.

Baca juga:

Memantau Tingkat Kesehatan dari Produksi Keringat

Selain menawarkan tes noninvasif, perangkat itu memungkinkan pemantauan elektrolit secara aktual.

"Yang tidak diragukan lagi merupakan kemajuan signifikan dalam hal pemantauan kesehatan manusia," tutur Xu Han, seorang dokter di Rumah Sakit Pusat Bengbu, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Tujuan tim peneliti selanjutnya adalah merancang berbagai bahan membran sensitif untuk memantau lebih banyak informasi fisiologis, seperti ion glukosa dan klorida

Para peneliti menyebutkan bahwa dibandingkan dengan jam tangan kebugaran populer di pasaran, perangkat yang mereka rancang lebih besar dan lebih berat sehingga kurang nyaman untuk dipakai. Namun, mereka berharap dapat mengembangkan sensor keringat wearable yang sesuai untuk penerapan di pasar dalam lima tahun ke depan.

Yang mengatakan tim peneliti juga bertujuan mengadaptasi perangkat itu untuk pemantauan lingkungan guna mengukur logam berat ke depannya. (*)

#Sains #Teknologi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital yang memiliki latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan, gaya hidup, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Mahir menyusun artikel melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan. Dalam aktivitas profesionalnya, Ananda fokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat. Setiap artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data yang cermat guna memastikan kualitas informasi yang disajikan.

Berita Terkait

Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Tekno
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Xiaomi 18 Pro kabarnya meluncur lebih awal. Lalu, versi Standar akan menyusul pada 2027 mendatang.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Xiaomi 18 Pro Kabarnya Debut Lebih Awal, Mulai Ikuti Strategi Apple?
Indonesia
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Gencarnya informasi tanpa terakurasi, dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Disrupsi Teknologi Jadi Bahan Ajar Para Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Kepolisian
Indonesia
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Pendiri LSI, Denny JA, memperkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital. Ia menyoroti peristiwa yang terjadi pada Agustus 2025.
Soffi Amira - Selasa, 16 Juni 2026
Denny JA Perkenalkan Teori Kerusuhan Era Digital, Soroti Peran Kelas Rentan Digital
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Xiaomi 18 kini muncul di database IMEI GSMA. HP tersebut diperkirakan meluncur November 2026 mendatang.
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI GSMA, Pertanda Meluncur November 2026?
Lifestyle
Amazfit Rilis Seri Cheetah 2 Series di Indonesia, Pilihan Pas untuk Pelari Serius dan Atlet Endurance
Amazfit memperkuat komitmen mereka dalam menghadirkan smartwatch sport-performance yang membantu pengguna berlatih lebih terarah.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Amazfit Rilis Seri Cheetah 2 Series di Indonesia, Pilihan Pas untuk Pelari Serius dan Atlet Endurance
Bagikan