Pendatang Baru Putri Marino Raih Penghargaan Pemeran Wanita Terbaik FFI 2017

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 12 November 2017
Pendatang Baru Putri Marino Raih Penghargaan Pemeran Wanita Terbaik FFI 2017

Putri Marino. (foto:MP/Albi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERMAIN dalam film Posesif, Putri Marino meraih penghargaan sebagai pemeran utama wanita terbaik dalam malam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017 di Manado, Sabtu (11/11) malam.

Putri yang baru saja debut di dunia perfilman Indonesia melalui film Posesif itu sukses mengalahkan nama top Adinia Wirasti (Critical Eleven), Dian Sastrowardoyo (Kartini), Sheryl Sheinafia (Galih Dan Ratna), dan Tatjana Saphira (Sweet 20).

"Piala ini jadi motivasi aku untuk belajar lagi dan lagi," kata Putri.

Seperti dikutip dari Antara, Putri mengaku tak menyangka bisa memenangkan penghargaan ini lewat film debutnya.

"Awalnya tidak berharap dapat Piala Citra ini. Puji Tuhan di film pertama aku bisa membawa pulang Piala Citra ini. Terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah mendukung aku," tutur Putri.

Ketika ditemui merahputih.com beberapa waktu lalu, perempuan berusia 24 tahun itu mengaku awalnya mengalami kesulitan saat memasuki dunia film. Tidak seperti saat menjadi host yang kata Putri merupakan karakter 'asli'. Meski sempat ingin mundur, ia akhirnya berhasil melewati masa sulit itu.

"Saat memulai susah karena hosting sama akting beda. Kalau hosting aku kan sebagai diri sendiri. Kalau akting memerankan sebagai orang lain. Menghidupkan suatu karakter yang ditawarkan itu," tambahnya lagi.

Namun, Putri yang berperan sebagai Lala dalam film Posesif malah ketagihan bermain film. Ia mengaku ingin menyabet berbagai peran yang akan ditawarkan nantinya.

"Karena aku sudah sangat jatuh cinta dengan film. Aku ingin orang-orang lihat Putri Marino serius untuk menggali akting. Buat memerankan karakter apa aku ingin memerankan semua karakter yang ditawarkan," pungkasnya dengan wajah semringah.(*)

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me
Bagikan