Penanganan Tepat saat 'Dispepsia' Menyerang

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 23 Oktober 2024
Penanganan Tepat saat 'Dispepsia' Menyerang

Dispepsia sering dikenal sebagai gangguan pencernaan. (Foto: Unsplash/Julien Tromeur)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dispepsia yang sering dikenal sebagai gangguan pencernaan, adalah kondisi yang ditandai dengan ketidaknyamanan atau nyeri di area perut bagian atas.

Meskipun tidak selalu berbahaya, dispepsia dapat sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Penyebab Dispepsia

Penyebab dispepsia dapat bervariasi, dan dalam banyak kasus, tidak ada penyebab tunggal yang dapat diidentifikasi. Beberapa penyebab umum dispepsia meliputi:

Makanan dan Minuman: Konsumsi makanan berlemak, pedas, atau asam dapat memicu dispepsia. Selain itu, minuman berkafein atau beralkohol juga dapat berkontribusi terhadap kondisi ini.

Kebiasaan Makan: Makan terlalu cepat, makan dalam porsi besar, atau makan menjelang waktu tidur dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Baca juga:

Apa Itu Dispepsia? Penyakit Paling Sering Dikeluhkan Selama Ramadan di Layanan Kesehatan Daring

Stres dan Kecemasan: Stres emosional dapat memengaruhi fungsi sistem pencernaan dan menyebabkan gejala dispepsia. Kecemasan dapat meningkatkan produksi asam lambung, yang dapat memperburuk gejala.

Penyakit: Beberapa kondisi medis dapat menyebabkan dispepsia, termasuk gastritis (peradangan pada lapisan lambung), tukak lambung, atau penyakit refluks gastroesofageal (GERD).

Obat-obatan: Beberapa obat, seperti nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), antibiotik, dan obat-obatan tertentu untuk tekanan darah, dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Infeksi: Infeksi pada lambung atau usus, seperti yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori, dapat menyebabkan dispepsia.

Baca juga:

7 Gerakan Yoga untuk Atasi Masalah Pencernaan

Penanganan dan Pengobatan

- Pengobatan dispepsia tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengelola gejala meliputi:

- Menghindari makanan atau minuman yang memicu gejala.

- Mengubah kebiasaan makan, seperti makan perlahan dan dalam porsi kecil.

- Mengelola stres melalui teknik relaksasi atau terapi.

- Menggunakan obat-obatan, seperti antasida atau obat penghambat asam lambung, sesuai petunjuk dokter.

(Far)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Bagikan