Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemuda Pejuang Mimpi Berhasil Jadi Pelancong Mandiri

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 28 Oktober 2021
Pemuda Pejuang Mimpi Berhasil Jadi Pelancong Mandiri

Pemuda pejuang mimpinya. (Foto: Instagram/@Backpackertampan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI dunia ini tak ada yang tidak mungkin. Dengan semangat juang dan kerja keras, kamu bisa mencapai semua keinginanmu. Begitu juga dengan Pandhu Waskita (27), pemuda yang berhasil menggapai cita-citanya sedari kecil, untuk bisa mengunjungi semua tempat yang ada di dunia.

Saat kecil, orang tuanya mengatakan bahwa untuk anak seusianya, ia cukup berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka bilang, Pandhu adalah anak yang kreatif. Ia suka menggambar, mewarnai, dan memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi.

Baca Juga:

Pemudi Timur yang Andal Menenun

Namun, karena kepribadiannya yang cukup sensitif dengan teman-teman seusianya kala itu, ia memutuskan untuk tidak bermain keluar rumah. Meskipun begitu, berada di dalam rumah justru membuatnya semakin kreatif dan makin penasaran dengan dunia luar. Modalnya, hanya dengan membaca buku bergambar. Buku Tujuh Keajaiban Dunia, menjadi salah satu bacaan favoritnya.

"Aku punya mimpi besar untuk mengunjungi tempat-tempat indah ini saat aku besar nanti," kata Pandhu yang ada dalam benaknya saat membaca buku itu, dikutip dari video pada saluran Youtube @Backpakertampan.

Perjalanannya di 2014 ke 5 negara Asia Tenggara. (Foto: Instagram/@Backpackertampan)

Dalam video unggahan tersebut, ia mengatakan bahwa keluarganya tidak menyukai melancong. Phandu mengerti. Untuk membayar biaya pendidikannya dan ketiga saudaranya saja sudah mahal, jadi buat apa mengeluarkan uang untuk hal yang bukan menjadi prioritas mereka. Ia juga tak ingin merepotkan kedua orang tuanya yang sudah membiayai pendidikannya.

"Meskipun aku punya mimpi besar untuk keliling dunia dan melihat tujuh keajaiban dunia, aku mengerti, kalau ini bukan waktunya. Jadi, aku simpan mimpiku ke dalam sebuah bucket list," ujar Pandhu.

Sedikit kisah tentang mimpi tiga orang sahabat. Saat berkuliah, Pandhu bertemu dengan Gita dan Adam. Baginya, bertemu dua orang itu adalah suatu keberuntungan dan takdir. Mereka adalah sahabat yang bisa menerima Pandhu apa adanya. Mereka memiliki mimpi yang sama seperti Pandhu: berkeliling dunia. Hal ini membuat Pandhu semakin bersemangat untuk bersama-sama mewujudkan impian mereka.

Di semester dua perkuliahan, mereka mengikuti sebuah kompetisi yang diinisiasi oleh brand terkemuka. Mereka mengikuti kompetisi ini, karena mereka tahu bahwa hadiah utamanya adalah jalan-jalan ke Australia. Akhirnya, mereka menerima tantangan untuk membuat sebuah baju dari kemasan brand tersebut.

Perjalanannya di 2015, saat ke India. (Foto: Instagram/@Backpackettampan)

Mereka bekerja keras ‘bagai kuda,’ dan tidak tidur semalaman. Saat tiba di hari pengumuman, mereka sangat gugup, deg-degan, tangan berkeringat, bibit gemetar, dan bersemangat. Tetapi, mereka hanya mendapatkan juara dua dan mendapatkan hadiah iPhone 4s. Dikarenakan barang itu tidak bisa dibagi rata, akhirnya mereka memutuskan untuk menjualnya. Hasilnya penjualannya mereka gunakan untuk beli tiket ke Thailand.

"Ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu. Senang banget pertama kalinya naik pesawat. 2014, pertama kalinya aku traveling dan beruntung aku bisa traveling dengan dua sahabatku," ujarnya.

"Perjalanan itu membuka mataku kalau traveling tidak mahal jika melakukan beberapa trik. Misalnya, menginap di hostel, couchsurfing, makan street food, hitchhiking, ala backpacker gitu lah," paparnya.

Baca Juga:

Aku Tak Mau Lagi Bergaul dengan Teman Bertopeng

Pada musim panas 2014, bermodalkan tabungan pas-pasan hasil kerja freelance nya, ia mengunjungi lima negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Tak sendiri, ia bersama dengan ketiga temannya. Dalam perjalanan itu, ia mengatakan perjalanannya tidak mudah. Terkadang mereka harus tidur di terminal bus, stasiun kereta, dan masjid. Mereka juga kerap menumpang kendaraan warga lokal.

Sembari berwisata, ia juga suka mengambil gambar maupun video, kemudian diunggah ke laman media sosialnya, Instagram dan YouTube yang ia beri nama Backpacker Tampan.

Pada 2015, ia pergi seorang diri untuk pertama kalinya. Ia mengatakan bahwa perjalanan itu ‘mengubah hidupnya.’ Dengan modal Rp 3 juta dan nekat, ia pergi ke Nepal dan India selama 30 hari. Umumnya, dengan uang segitu tentu tidak cukup membiayai hidup di sana walaupun solo travel. Sehingga, ia harus pandai-pandai mengatur ongkosnya. Tujuan pertamanya adalah gunung Himalaya.

"Selama lima hari, aku mendaki gunung himalaya sendirian untuk melihat gunung bersalju untuk pertama kali dalam hidupnya. Dari pendakian turun ke bawah, aku tersesat di hutan. Sumpah! kaya di film-film seperti aku harus menemukan jalan keluar di hutan belantara," ujarnya.

Ia menambahkan, untungnya ia diselamatkan oleh keluarga peternak Nepal yang tinggal di gubuk kecil di pinggiran hutan. Kemudian, setelah ia menghabiskan waktu di Nepal, hari ke-18 ia beranjak ke India. Pandhu akhirnya mengunjungi Taj Mahal. Faktanya, tempat ini adalah salah satu ‘bucket list’ terbesarnya.

Kejar mimpi kamu. (Foto: Instagram/@Backpackertampan)

Sayangnya, uangnya tak cukup untuk membeli tiket masuk ke Taj Mahal. Pemuda itu sudah mencoba memohon kepada penjaga, namun mereka tak bisa membantunya. "Saat itu rasanya seperti jatuh dari lantai 99, padahal tinggal selangkah lagi," ujarnya.

Suatu ketika, ia dihampiri oleh seorang supir bajaj yang mengatakan bahwa Pandhu bisa melihat Taj Mahal dari taman di belakangnya. Sontak ia sangat senang, perasaannya campur aduk, dari merinding hingga menangis.

"Setelah selama ini hanya lihat Taj Mahal di buku tujuh keajaiban dunia, kini aku bisa melihat langsung. Walau tidak bisa masuk ke dalamnya. Aku tetap bersyukur," ujar pemuda berusia 27 tahun itu.

Melalui kisahnya selama di sana, ia berbagi cerita ke laman media sosialnya. Tak disangka ceritanya viral dan mendapatkan banyak perhatian. Ia mulai mendapatkan banyak wawancara dari koran, majalah, dan radio. Ia juga berkesempatan untuk menulis buku pertamanya yang terbit pada awal 2016 berjudul BUCKET LIST.

Mulai dari situ, akun media sosialnya mulai berkembang dan orang-orang juga mulai menyukai foto dan videonya. Seiring berjalannya waktu, ia memikirkan perjalanan kariernya. Dan, jadilah dirinya yang saat ini yakni travel blogger dengan banyak pengikut di tiap media sosialnya. Kini, ia pun tak perlu lagi pusing menabung untuk bepergian. (cil)

Baca Juga:

Pemuda, 'Healing' Tak Harus 'Travelling'

#Oktober Pemuda Jagoan Negeri Aing #Travel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Travel
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Bali All-Access Pass membuka akses ke lebih dari 50 destinasi unggulan dalam satu pengalaman yang terintegrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Liburan ke Pulau Dewata Pakai Bali All-Access Pass, Eksplorasi tanpa Batas dengan Layanan Concierge Pribadi
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Travel
Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Inisiatif ini bertujuan membuat pembayaran di luar negeri lebih mudah diakses dan lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
 Wisatawan Indonesia kini Bisa Bayar Pakai QR Code di Korea Selatan
Travel
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
KoenoKoeni Hotel Semarang hadirkan perpaduan inspirasi warisan budaya dengan sentuhan elegansi modern.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
KoenoKoeni Hotel Semarang Bawa Tamu Melawat dalam Warisan, Kriya, dan Keindahan
Indonesia
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Kebakaran bermula dari pecah ban, diikuti dengan kepulan asap yang tiba-tiba muncul dari bagian depan bus. Supir pun langsung menepikan kendaraan dan meminta seluruh jemaah umrah keluar bus
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Bus Jemaah Umrah Indonesia Kebakaran, Kemenhaj Desak Agen Travel Berikan Kompensasi
Travel
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Kapal terbesar dari armada Disney Cruise Line ini dilengkapi berbagai hiburan yang membuat para penumpang merasa tak sedang berada di tengah lautan.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Dari Sunset Syahdu sampai Seru-Seruan Arcade, ini nih 5 Spot Wajib Dikunjungi di Disney Adventure
Travel
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Melalui inisiatif Season of Wulfa yang dimaknai sebagai musim kebersamaan, Dubai menyuguhkan beragam agenda kuliner serta aktivitas komunitas.
Dwi Astarini - Minggu, 01 Maret 2026
Menikmati Pesona Ramadan di Dubai, dari Tradisi Berbuka hingga Semarak Kebersamaan Kota
Travel
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Airbnb Experiences ini mulai diluncurkan Kamis (21/8) di Seoul dan akan segera hadir di Los Angeles dan Tokyo, bertepatan dengan tur mendatang SEVENTEEN, ‘SEVENTEEN WORLD TOUR [NEW_]’.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Agustus 2025
Airbnb & SEVENTEEN Hadirkan Pengalaman Eksklusif di Seoul, LA, dan Tokyo, Bikin Pengalaman tak hanya Konser Biasa
Travel
Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Gadis itu terjatuh saat sang ayah sedang memotretnya di dekat pagar pembatas.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
 Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream
Indonesia
Momen Libur Panjang Waisak, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan
Mengantisipasi adanya lonjakan penumpang saat libur panjang.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Mei 2025
Momen Libur Panjang Waisak, KAI Daop 6 Kerahkan KA Tambahan
Bagikan