Pemkot Sabang Menghadirkan Rumah Nemo di Pulau Weh

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 02 Maret 2024
Pemkot Sabang Menghadirkan Rumah Nemo di Pulau Weh

Peluncuran Rumah Nemo sebagai destinasi wisata baru di Gampong Kruenb Raya, Kota Sabang, Sabtu (2/3/2024). (ANTARA/HO-MC Sabang Marine Festival)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Sabang, Aceh menggelar Sabang Marine Festival (SMF) 2024 dengan mengangkat nilai-nilai budaya maritim yang memang menjadi salah satu keunikan di pulau paling barat Indonesia, sebagai upaya meningkat kunjungan wisatawan.

Bagian dari acara itu, Pemerintah Kota Sabang, menghadirkan Rumah Nemo sebagai destinasi wisata baru di kawasan Teupin Ciriek, desa atau Gampong Krueng Raya, Sabang.

Baca Juga:

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Sabang Aceh

Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi mengatakan, Rumah Nemo menjadi salah satu bukti komitmen masyarakat Sabang, khususnya Gampong Krueng Raya untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar kawasan Pantai Teupin Ciriek.

"Ini suatu langkah yang sangat positif karena memang kekuatan Sabang itu justru berasal dari alamnya yang di jaga dan terpelihara dengan baik," katanya.

Reza berharap, Rumah Nemo yang merupakan wisata bawah air melihat ikan badut tersebut menambah daftar destinasi wisata unggulan daerah Pulau Weh.

Diversifikasi produk wisata perlu terus dilakukan, Reza melanjutkan, sehingga turis memiliki semakin banyak pilihan, terutama dalam hal berbelanja dan akan tinggal lebih lama di Pulau Weh sehingga akan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat Sabang.

"Kami dari Pemerintah Kota akan terus melakukan pembinaan dari sisi tata kelolanya. Karena ini berbasis komunitas masyarakat, jadi destinasi ini akan dikelola dengan baik oleh masyarakat juga, dengan standar-standar pelayanan yang memang sangat dibutuhkan wisatawan," ujarnya.

Ketua Pokdarwis Mandiri Krueng Raya Irwansyah menjelaskan terdapat delapan titik di Rumah Nemo dengan delapan jenis ikan badut yang sudah teridentifikasi. Di mana masing-masing titik berada di kedalaman yang berbeda.

"Sebenarnya masih banyak spot, ada beberapa spot lagi yang belum bisa kita identifikasi, ke depan kita akan meminta dukungan DKP Kota Sabang untuk mengidentifikasi lebih lanjut," ujarnya. (*)

Baca Juga:

PT Nindya Karya Segera Diadili Atas Kasus Korupsi Proyek Dermaga Sabang

Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More
Bagikan