MerahPutih.com - Netflix kembali menghadirkan serial thriller terbaru berjudul Hunting Party di Februari 2026 ini. Serial ini menjanjikan ketegangan berlapis dengan konflik psikologis intens, serta misteri yang terus berkembang di setiap episodenya.
Thriller Psikologis Pacu Adrenalin
Diciptakan JJ Bailey dan Jake Coburn, serta diproduksi Universal Television, Hunting Party menempatkan penonton dalam atmosfer penuh ketidakpastian, sekaligus membuat degup jantung tak Karuan, lewat alur cerita yang penuh ketegangan.
Baca juga:
Intip Sinopsis Film Horor The Gates, Aksi Terakhir Mendiang James Van Der Beek
Universal Television sebagai rumah produksi menegaskan Hunting Party akan menghadirkan kualitas sinematografi tinggi dengan atmosfer gelap dan intens.
Serial ini tidak hanya menawarkan aksi, tetapi juga eksplorasi psikologis mendalam tentang profiler FBI yang harus menghadapi dilema moral, rasa takut, dan batas kemampuan manusia.
Kursi sutradara sekaligus produser eksekutif diisi Thor Freudenthal, yang sebelumnya dikenal lewat karya-karya bergenre fantasi dan aksi.
Baca juga:
Lelah Perankan Pria Baik-Baik, Yoo Yeon-seok Beralih Jadi Pembunuh Berantai
Kabur Massal Pembunuh Berantai
Cerita berpusat pada Rebecca “Bex” Henderson (Melissa Roxburgh), seorang profiler FBI tajam yang dihadapkan pada kasus luar biasa.
Rebecca menemukan fakta mengejutkan: sejumlah penjahat berhasil melarikan diri dari sebuah bunker penjara superrahasia. Lebih mengerikan lagi, mereka adalah para pembunuh berantai paling mematikan yang pernah dikenal.
Baca juga:
Dead End Job, Drama Horor Korea Terbaru di Netflix Sarat Rahasia Gelap dan Humor
Situasi semakin rumit ketika Bex diminta memberikan penilaian terhadap seorang pembunuh berantai yang menurut catatan resmi telah meninggal satu dekade lalu. Permintaan itu datang dari Ryan Hassani (Patrick Sabongui).
Namun jawaban yang diterima Bex membuat bulu kuduk berdiri: pembunuh tersebut ternyata masih hidup dan kabur bersama para kriminal lain.
“Kami ingin menghadirkan cerita yang bukan hanya tentang kejar-kejaran, tetapi juga tentang bagaimana manusia menghadapi ketakutan terdalamnya,” tandas JJ Bailey. (Tka)