Merawat Ingat

Pemberontakan Kapten Andi Aziz Terhadap RIS

P Suryo RP Suryo R - Jumat, 15 April 2022
Pemberontakan Kapten Andi Aziz Terhadap RIS

Tentara KNIL yang melebur dalam APRIS. (Foto: IKPNI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAPTEN Andi Azis adalah mantan perwira tentara Hindia Belanda, KNIL (Koninklijk Nederlands Indisch Leger). Andi Azis dan anggotanya sudah menggabungkan diri ke dalam Angkatan perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) pada upacara resmi di depan Letkol AJ Mokoginta, Ketua Komisi Militer dan Teritorital Indonesia Timur.

Merangkum dari beberapa sumber bahwa latar belakang munculnya gerakan separatis Andi Azis ini adalah karena menolak masuknya pasukan APRIS yang berasal dari TNI ke Makassar. Pasukan Andi Azis merupakan pasukan KNIL atau pasukan Belanda yang ada di Indonesia.

Pemberontakan Andi Azis ini berawal dari tuntutan Andi Azis agar pasukannya saja yang dijadikan sebagai pasukan APRIS di Negara Indonesia Timur. Akan tetapi, keinginan ini ditolak oleh pemerintah Indonesia dan kemudian mengirimkan pasukan TNI ke Makassar. Andi Azis dan pasukannya menolak masuknya pasukan APRIS dari TNI ke Makassar.

Baca Juga:

Kronologi Meninggalnya Nike Ardilla

militer
Kapten Andi Aziz yang dianggap memberontak karena urung ke Jakarta. (Foto: biografi pahlawan indonesia)

Dalam suasana politik yang sedang cukup tegang saat itu terdengar berita bahwa pada 5 April 1950, pemerintah Republik Indonesia Serikat (RIS) mengirimkan sekitar 900 tentara APRIS yang berasal dari TNI ke Makassar dipimpin oleh Mayor HV Worang. Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan di sana. Berita kedatangan itu, membuat pasukan bekas KNIL, khawatir akan terdesak dengan kehadiran pasukan TNI. Akhirnya, mereka bergabung dan menamakan diri “Pasukan Bebas” di bawah pimpinan Kapten Andi Azis.

Tanggal 5 April 1950, pukul 05.00, Andi Azis bersama pasukannya yang dibantu oleh anggota Koninklije Leger (pasukan Belanda) dan KNIL menyerang markas APRIS di Makassar. Karena kekuatan lebih unggul, Andi Azis bersama pasukannya berhasil menguasai kota Makassar. Beberapa prajurit APRIS/TNI menjadi korban dan beberapa orang perwira termasuk Letkol AJ Mokoginta berhasil ditawan.

Setelah itu, untuk mengatasi pergerakan pemberontakan Andi Azis ini, pada 7 April 1950 pemerintah mengirim pasukan ekspedisi ke Sulawesi dipimpin Kolonel AE Kawilarang. Keesokan harinya, di tanggal 8 April, pemerintah mengultimatum Andi Azis agar dalam waktu 2 x 24 jam segera melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggung jawabkan tindakannya. Mengetahui ultimatum tersebut, Andi Azis berjanji akan datang ke Jakarta pada 13 April 1950.

Sayangnya karena masukan dari Soumokil, pejabat Negara Indonesia Timur, Andi Azis mengingkari janjinya
sehingga ia dianggap sebagai pemberontak. Akhirnya, tanggal 15 April 1950, Andi Azis menyerahkan diri kepada Letkol Mokoginta. Ia kemudian dibawa ke Jakarta untuk diadili dan dijatuhi hukuman penjara selama 14 tahun. (DGS)

Baca Juga:

Gulungan Kabel Ditemukan Kembali di Gorong-gorong

#Merawat Ingat #Sejarah
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Lifestyle
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Tanggal 21 Mei memperingati Hari Reformasi Nasional, Hari Teh Internasional, hingga sejarah berdirinya FIFA. Simak daftar peristiwa pentingnya lengkap di sini
ImanK - Rabu, 20 Mei 2026
21 Mei Memperingati Hari Apa? Soeharto Mengundurkan Diri dari Jabatan Presiden RI
Lifestyle
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
12 Mei memperingati berbagai hari penting nasional dan internasional, mulai dari Tragedi Trisakti, Hari Perawat Internasional, hingga Hari Waisak. Simak sejarahnya
ImanK - Senin, 11 Mei 2026
12 Mei Memperingati Hari Apa? Ada Tragedi Trisakti hingga Gempa Sichuan 2008
Lifestyle
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Tanggal 7 Mei memperingati apa? Simak 10 peristiwa penting, Hari Perjanjian Roem-Royen, Hari Kopi Nasional, hingga peringatan dunia yang jarang diketahui.
ImanK - Rabu, 06 Mei 2026
7 Mei Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Mengejutkan yang Jarang Diketahui
Lifestyle
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
5 Mei memperingati berbagai hari penting seperti Hari Bidan Internasional, Hari Kebersihan Tangan Sedunia, hingga Hari Lembaga Sosial Desa. Simak ulasannya
ImanK - Senin, 04 Mei 2026
5 Mei Memperingati Hari Apa? Dari Kelahiran Karl Marx hingga Wafatnya Didi Kempot
Lifestyle
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Tanggal 4 Mei memperingati Hari Pemadam Kebakaran Internasional hingga Star Wars Day. Simak daftar lengkap peristiwa penting di Indonesia dan dunia.
ImanK - Minggu, 03 Mei 2026
4 Mei Memperingati Apa? Dari Star Wars Day hingga Hari Lahir Cesc Fabregas
Olahraga
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Gol Neeskens tersebut tercatat sebagai gol tercepat yang pernah tercipta dalam sebuah laga final Piala Dunia pria hingga saat ini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 04 April 2026
Rekor Gol Penalti Tercepat dalam Sejarah Final Piala Dunia Masih Dipegang Johan Neeskens Saat Belanda vs Jerman Barat
Fun
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Bekas pabrik kopi legendaris Koffie Branderij Margo Redjo, yang berdiri sejak 1915, tetap hidup dan kini menjelma sebagai Dharma Boutique Roastery.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Jejak Kopi Tertua di Semarang, Warisan Rasa Sejak 1915
Lifestyle
9 Maret Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Menariknya
9 Maret memperingati Hari Musik Nasional hingga sejumlah peringatan dunia. Simak sejarah, makna, dan daftar peristiwa penting yang terjadi pada tanggal 9 Maret.
ImanK - Minggu, 08 Maret 2026
9 Maret Memperingati Hari Apa? Ini Fakta Menariknya
Olahraga
5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Diisukan Absen Tahun ini
Negara ini pernah mundur dari Piala Dunia. Kini, Iran diisukan segera memboikot Piala Dunia 2026 dna berpotensi absen.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
5 Negara yang Pernah Mundur dari Piala Dunia, Iran Diisukan Absen Tahun ini
Indonesia
Yoko City Ghost Rilis Single Malari 74, Refleksikan Sisi Kelam Sejarah
Pemilihan tema Malapetaka 15 Januari 1974 bukan tanpa alasan. Bagi Yoko City Ghost, peristiwa tersebut memiliki kedekatan emosional
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 19 Februari 2026
Yoko City Ghost Rilis Single Malari 74, Refleksikan Sisi Kelam Sejarah
Bagikan