MerahPutih.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong mengungkap bahwa bek asal Serbia Radovan Pankov, mengalami cedera saat menjalani laga kedua Piala Presiden 2026 kontra Port FC. Cedera pada paha depannya (quadriceps strain) itu pula yang membuat Radovan Pankov tidak bisa menyelesaikan pertandingan.
Shin mengatakan bahwa cedera yang dialami berupa robekan pada paha. Namun, Radovan Pankov berangsur-angsur pulih bahkan sudah mendekati 100 persen kesembuhan.
Itu setelah sang pemain mendapatkan program pemulihan selama menjalani training camp di Thailand.
Pankov bahkan telah kembali ambil bagian dalam latihan reguler bersama tim. Meski begitu, sang pemain terus dipantau oleh tim medis Persija untuk memastikan proses pemulihannya berjalan sesuai tahapan yang telah ditentukan.
Baca juga:
6 Pemain Timnas Indonesia Sudah Gabung TC Persija Jakarta di Thailand, tetapi Tunggu Dulu
Terkait Pankov, saat Persija bertanding melawan Port FC di babak pertama, terjadi sedikit robekan pada ototnya. Namun, sekarang kondisinya sudah hampir pulih sepenuhnya,
kata Shin Tae-yong di laman klub.

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Media Persija)
Eks pelatih Timnas Indonesia itu yakin Pankov dapat segera kembali ke level terbaiknya. Dengan waktu persiapan menuju Super League 2026/2027 yang terus berjalan, pemulihan Pankov menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan agar sang pemain dapat kembali tampil maksimal.
“Dia pun sudah bergabung dalam latihan tim. Saya rasa dalam waktu dekat dia sudah bisa mengikuti seluruh latihan tim secara penuh,” tuturnya melanjutkan.
Pankov Melengkapi Kekuatan Lini Belakang
Kehadiran Pankov dalam latihan bersama tim menjadi sinyal positif bagi Persija. Kembalinya pemain berusia 30 tahun tersebut membuat kekuatan lini belakang Macan Kemayoran semakin lengkap.
Terlebih, empat bek lainnya, yakni Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Dony Tri Pamungkas, juga telah kembali bergabung setelah menjalani tugas bersama Timnas.
Baca juga:
Lini pertahanan Persija kini memiliki kesempatan lebih besar untuk membangun kembali chemistry dan koordinasi yang semakin solid. (*)