MerahPutih.com - Pelatih Timnas Oman, Tarik Sektioui memuji performa Timnas Indonesia. Itu setelah skuad asuhan kalah 0-3 dalam laga persahabatan di di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6) malam WIB.
Tiga gol Indonesia masing-masing dicetak Justin Hubner (13’), Ole Romeny (27’), Ragnar Oratmangoen (56’). Hasil ini sekaligus mengakhiri 38 tahun tanpa kemenangan melawan Oman.
Menurut Tarik Sektioui, kualitas permainan Timnas Indonesia sangat baik. Tidak sesuai dengan posisi mereka di ranking FIFA saat ini.
Timnas Indonesia berada di posisi 122 dalam ranking FIFA. Jauh di bawah Oman, yang bertengger di tangga 79.
Kemarin kami sudah sampaikan bahwa tim Indonesia telah berkembang pesat. Peringkat mereka saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya, terutama dengan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir,
kata Sektioui.
Ia menambahkan bahwa timnya kesulitan menjaga sisi sayap tim Garuda dan melakukan beberapa kesalahan teknis yang membuat tuan rumah mencetak dua gol dari sundulan Justin Hubner dan tendangan mendatar Ole Romeny.
Baca juga:
Timnas Indonesia Gulung Oman 3-0, John Herdman: Kami Harus Tetap Rendah Hati
Oman mempunyai kans besar untuk memperkecil kedudukan, tetapi penalti Hatem Al-Rushadi pada menit ke-38 digagalkan Emil Audero, kiper Timnas Indonesia.
Menurut Sektioui, permainan Oman menjadi lebih baik pada babak kedua, meski dibobol Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56.
"Saya senang dengan apa yang saya lihat di babak kedua. Ini adalah pertandingan resmi pertama kami dengan grup ini. Pelajaran dari laga ini akan sangat berguna untuk mengembangkan tim ke depannya," kata pelatih yang melakoni laga debutnya bersama Oman itu.
Dia menggarisbawahi kekuatan terbesar Indonesia dalam laga ini adalah kemampuan yang baik secara umum, terutama secara fisik yang dinilainya menjadi modal besar Indonesia dalam Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
"Secara fisik mereka bagus, itu membuat mereka mengontrol permainan pada babak pertama. Mereka cepat. Tetapi juga secara taktis dengan kesalahan kami, itulah yang sebenarnya membantu tim Indonesia," tutup dia.