MerahPutih.com - Duel panas Fenerbahce lawan AS Roma pada matchday pertama Liga Champions UEFA 2026/2027 dipastikan bakal membakar atmosfer Chobani Stadium, Istanbul, Kamis (10/9) pukul 23.45 WIB.
Laga pembuka di panggung tertinggi Eropa ini bukan sekadar ajang adu gengsi, melainkan panggung pembuktian adu mekanik strategi kelas tinggi dari kedua juru taktik.
Atmosfer panas sudah menyengat bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan. Jajaran pelatih Fenerbahce dikabarkan telah selesai membedah seluruh rekaman pertandingan terbaru Giallorossi hingga ke detail terkecil.
Baca juga:
Prediksi Fenerbahce vs AS Roma 10 September 2026: Misi 2 Tim Akhiri Penantian di Liga Champions
Pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal, secara terbuka menyatakan timnya telah berhasil menemukan titik lemah skema permainan anak-anak Serigala Ibu Kota Italia itu.
“Kami hampir menyelesaikan persiapan. Kami telah menganalisis setiap detail permainan Roma,” kata Kartal, dikutip dari laman GZT, Kamis (10/9).
9
Fenerbahce siap menjamu AS Roma di laga perdana Liga Champions Eropa 2026/27, Kamis (10/9) malam ini. Foto/doc. Fenerbahce
Ekspos Celah Pertahanan dan Risiko Taktik Pressing Tinggi
Di mata Kartal, AS Roma memang datang sebagai unit tim yang sangat solid dengan garis pertahanan yang rapi. Gaya permainan agresif yang mengandalkan pressing ketat di seluruh penjuru lapangan kerap membuat lawan-lawan Roma kesulitan mengembangkan permainan sejak menit awal.
Namun, lanjut dia, permainan berisiko tinggi yang diterapkan Roma justru memunculkan ruang kosong yang bisa dimanfaatkan lawan. Celah fatal di area pertahanan belakang yang sangat rentan diganjar lewat serangan balik cepat.
Roma adalah tim yang solid dan melakukan pressing di seluruh lapangan. Namun, mereka juga mengambil risiko di area tertentu,
Pelatih Fenerbahce, Ismail Kartal
Kartal telah menginstruksikan para pemainnya untuk mengekspolitasi celah itu secara maksimal di lapangan untuk meraih kemenangan.
"Kami akan berusaha memanfaatkan celah (titik lemah skema permain AS Roma) tersebut," tandas arsitek Fenerbahce itu.
Baca juga:
Fenerbahce vs AS Roma: Giallorossi Wajib Waspada, Klub Italia Punya Sejarah Buruk Main di Turki
Catatan Buruk Tim-Tim Serie A di Tanah Turkiye
Bukan cuma soal taktik di atas lapangan, AS Roma juga dipaksa bertarung melawan sejarah kelam. Berdasarkan statistik historis, markas tim-tim Turkiye selalu menjadi tempat yang tak ramah bagi klub-klub Serie A Italia selama lebih dari dua dekade terakhir.
Klub Italia terakhir yang mampu pulang dari Turkiye dengan kepala tegak di ajang Liga Champions adalah AC Milan, saat mereka melibas Fenerbahce 4-0 pada November 2005 silam.
Setelah itu, lima lawatan klub asal Negeri Piza ke Turkiye selalu berakhir tragis. Tim-tim Serie A hanya mengemas dua hasil imbang dan menelan tiga kekalahan pahit.
Malam nanti, Roma memiliki peluang untuk memutus tren buruk klub-klub Italia di tanah Turkiye ketika bertandang ke kandang Fenerbahce, atau terjebak di lubang yang sama. (*)